BOGOR,TERMINALNEWS.ID — Rutinitas lurah identik dengan rapat, pelayanan warga, dan urusan administrasi. Tapi di Ciwaringin, Kecamatan Bogor Tengah, ada cerita berbeda. Ahmad Komar bukan hanya pemimpin wilayah, tapi juga “bintang panggung” yang selalu ditunggu aksinya.
Suara dangdutnya yang khas membuat namanya cepat dikenal warga. Bukan sekadar hobi sesaat, kecintaan Ahmad Komar pada musik sudah tumbuh sejak kecil. Ia akrab dengan lagu-lagu lawas dari Koes Plus hingga cengkok dangdut legendaris ala Rhoma Irama.
“Dari kecil memang sudah suka nyanyi. Mau dangdut atau lagu lama, saya jalani saja,” ujar Ahmad Komar, saat tampil dalam lomba karaoke yang digelar Lucya Jhon Entertainment milik Mami Lucy di Saung Chiki Nusantara, Sabtu (18/4).
Bakat itu terus terasah sejak masa sekolah dasar. Ia kerap mengikuti lomba menyanyi, meski tidak berasal dari keluarga dengan latar belakang musik. Justru dari situlah, karakter vokalnya terbentuk alami, khas, dan penuh penghayatan.
Kini, di tengah kesibukan sebagai lurah, panggung kecil di lingkungan warga menjadi ruang ekspresi yang tak tergantikan. Setiap acara, Ahmad Komar hampir selalu “dipaksa” naik panggung bukan hanya memberi sambutan, tapi juga menghibur.
“Warga sudah hafal. Kalau ada acara, pasti saya disuruh nyanyi juga. Alhamdulillah mereka senang,” katanya.

Tak berhenti di situ, ia juga membentuk grup musik “Harmony Plus” bersama rekan-rekannya. Grup ini menjadi wadah sederhana untuk menjaga semangat bermusik sekaligus mempererat kebersamaan.
Menurutnya, dangdut memang masih jadi “raja” di hati masyarakat. Namun ia tetap menikmati berbagai genre musik lain, karena baginya musik adalah bahasa universal yang menyatukan.
“Dangdut itu kuat, tapi musik itu luas. Semua bisa dinikmati,” ucapnya.
Ke depan, Ahmad Komar tak punya rencana berhenti bernyanyi. Bahkan ketika masa jabatannya selesai, ia ingin tetap hadir di tengah masyarakat bukan hanya sebagai mantan lurah, tapi juga sebagai penghibur.
Di Ciwaringin, suara dangdut bukan sekadar alunan musik. Dari tangan seorang lurah, ia menjelma menjadi energi kebersamaan membuat jarak antara pemimpin dan warga terasa semakin dekat, hangat, dan penuh irama.[]


