BerandaEntertainmentGhost in the Cell...

Ghost in the Cell Tembus 1 Juta Penonton, Joko Anwar Ukir Rekor Baru di Industri Film

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID -| Film terbaru karya Joko Anwar kembali mencetak sejarah. Ghost in the Cell sukses menembus satu juta penonton hanya dalam enam hari penayangan di bioskop Tanah Air. Capaian ini mempertegas posisi film tersebut sebagai salah satu tontonan paling diminati di periode pasca-Lebaran 2026.

Tak hanya menjadi kabar baik bagi industri perfilman, pencapaian ini juga mengukir rekor baru bagi sang sutradara. Lewat Ghost in the Cell, Joko Anwar resmi menjadi sineas Indonesia pertama yang memiliki tujuh film berturut-turut dengan raihan lebih dari satu juta penonton. Sebelumnya, deretan film suksesnya antara lain Pengabdi Setan, Gundala, Perempuan Tanah Jahanam, Pengabdi Setan 2: Communion, hingga Siksa Kubur.

Baca Juga :   Penyanyi Lawas Emilia Contessa Menghembuskan Nafas Terakhirnya di RSUD Blambangan Banyuwangi

Konsistensi tersebut sekaligus menunjukkan kepiawaian Joko dalam meramu berbagai genre. Ia tak hanya dikenal sebagai maestro horor, tetapi juga mampu menjelajahi komedi, horor-komedi, hingga aksi-thriller dengan pendekatan yang segar.

“Misi kami ketika membuat film ini adalah supaya selama 1 jam 46 menit, kita sebagai warga bisa merasa ‘menang’. Tidak menyangka akan disambut begitu hangat,” ujar Joko Anwar. Ia berharap pesan tentang keadilan yang dibawa film ini dapat sampai ke penonton tanpa harus “menunggu hantu turun tangan”.

Tak berhenti di dalam negeri, Ghost in the Cell juga mencatat prestasi global. Film ini telah dibeli oleh 86 negara untuk penayangan internasional. Bahkan, film tersebut menjalani premiere dunia di Berlinale, melengkapi jejak Joko Anwar di festival bergengsi seperti Sundance Film Festival, Venice Film Festival, dan Toronto International Film Festival.

Baca Juga :   DJ Smile, Karakter Devano di Film Check Out Sekarang, Pay Later (CAPER),Isi Soundtrack Funkot yang Jadi “Obat Pusing Nasional”

Dari sisi cerita, Ghost in the Cell menawarkan premis yang tak biasa. Berlatar di sebuah lembaga pemasyarakatan, film ini menggambarkan kehidupan para napi yang penuh tekanan dan ketidakadilan. Situasi semakin mencekam ketika satu per satu tahanan tewas secara misterius. Teror tersebut diyakini berasal dari entitas yang memburu manusia dengan aura negatif. Dalam kondisi terdesak, para napi justru dipaksa untuk berubah berlomba menjadi “baik” sebuah ironi di tengah lingkungan yang keras dan penuh konflik.

Film ini dibintangi oleh sejumlah nama besar seperti Abimana Aryasatya, Bront Palarae, Tora Sudiro, hingga Rio Dewanto, serta memperkenalkan talenta baru Magistus Miftah.

Diproduksi oleh Come and See Pictures bersama RAPI Films dan Legacy Pictures, film ini juga didukung Barunson E&A sebagai sales agent global. Kolaborasi tersebut menegaskan ambisi besar untuk membawa karya lokal ke panggung internasional.

Baca Juga :   Kini dibuka Presale 2, Pertunjukan Panggung Musikal "KELUARGA CEMARA" Tunjukkan antusiasmu Tinggi Untuk Menonton Saat Libur Sekolah.

Dengan capaian ini, Ghost in the Cell bukan sekadar sukses komersial, tetapi juga menjadi penanda bahwa film Indonesia terus bergerak maju baik dari sisi kualitas cerita maupun jangkauan penonton global.**

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Royalti Musik dan Keadilan Pencipta: Harapan Baru di Era Tata Kelola LMKN

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — Tata kelola royalti dalam industri musik tidak semata berbicara...

GSW Pantura Jadi Proyek Strategis Nasional, Pemerintah Siapkan Otorita Khusus

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID— Proyek Giant Sea Wall (GSW) di kawasan Pantai Utara (Pantura)...

Polemik LMKN Kembali Mengemuka, LMK Klaim Sistem Royalti Rugikan Pencipta Lagu

JAKARTA,TERMINALNEWS ID— Polemik yang menyeret nama Lembaga Manajemen Kolektif Nasional kembali...

Arca “Mbah Bhelet” Dipindahkan, Fadli Zon Tekankan Penguatan Nilai Budaya Borobudur

MAGELANG,TERMINALNEWS.ID — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri Ritual Ageng Boyongan Mbah...

- A word from our sponsors -

spot_img