JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — Kementerian Ekonomi dan Kreatif (Kemenekraf) mengemukakan peluang pengembangan cerita rakyat “Timun Mas” menjadi kekayaan intelektual atau intellectual property (IP) yang kuat dan berkelanjutan.
Direktur Seni Rupa dan Seni Pertunjukan Kemenekraf/Badan Ekonomi Kreatif, Dadam Mahdar, menyampaikan bahwa peluncuran lagu tema film Timun Mas in Wonderland menjadi contoh konkret bagaimana cerita rakyat dapat diolah menjadi ekosistem kreatif yang terintegrasi.
“Bagi kami di Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, inisiatif ini memperlihatkan bagaimana cerita rakyat Indonesia dapat dikembangkan menjadi IP atau hak kekayaan intelektual yang kuat dan berkelanjutan,” ujar Dadam di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, pemaduan film, musik, dan seni pertunjukan dalam satu ekosistem produksi tidak hanya mendukung pelestarian warisan budaya, tetapi juga mendorong pertumbuhan industri kreatif nasional.
Film Timun Mas in Wonderland produksi Sinera Film dinilai menunjukkan proses kreatif yang terstruktur, mulai dari pengembangan cerita hingga produksi musik sebagai bagian integral dari narasi.
Sebanyak 17 lagu tema dihadirkan untuk memperkaya alur cerita film tersebut. Lagu-lagu itu menyampaikan pesan tentang persahabatan, keberanian, kebersamaan, cinta Tanah Air, hingga keteguhan spiritual.

Komposisi musik digarap oleh Andrei Aksana. Beberapa lagu yang diperkenalkan antara lain “Jus Ketimun” (Karisma Bestari), “Welcome to Wonderland” (Ariana Ivy Gunawan), “Dunia Warna Warni” (Rafanda), serta “Negeri Gemilang Kami Pulang” (Michelle Valerie Kee).
Selain itu terdapat lagu “Tunjukkan Pada Dunia” (Edena Amariah Aichta), “Seperti Bintang dan Rembulan” serta “Sang Pemenang” (Ariana Ivy Gunawan), “Mimpi Yang Nyata” (Amaury Faiz), “Bintang Pertama” dan “Dance With Me” (Charlotte Olivia Theodorus), “How Do I Look” (Jennifer Natasha), “Friends Have Secrets” (Michelle Gail), “Buah Hati” (Ariana Ivy Gunawan), hingga “Atas SeizinMu Yaa Allah” (Aisyah Zahira).
Kemenekraf menilai, pengembangan cerita rakyat menjadi IP tidak hanya membuka peluang komersialisasi lintas platform, tetapi juga memperkuat identitas budaya Indonesia melalui pendekatan kreatif yang relevan dengan generasi masa kini.


