JAKARTA,TERMINALNEWS.ID— Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menjadikan sektor fesyen sebagai salah satu penggerak utama ekonomi kreatif ibu kota. Hal itu disampaikannya saat menghadiri peragaan busana “City of Jakarta Presents: ASEAN Fashion Parade” di Jakarta Fashion Week (JFW) 2026 yang digelar di Pondok Indah Mall 3, Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu (2/11).
Dalam acara yang juga dihadiri Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekraf RI, Teuku Riefky Harsya, Gubernur Pramono menyebut fesyen memiliki peran strategis dalam menciptakan lapangan kerja dan memperkuat rantai nilai industri kreatif di Jakarta. Ia berharap JFW dapat menjadi ikon kebanggaan daerah sekaligus etalase bagi talenta mode Tanah Air.

“Pertumbuhan industri fesyen nasional yang mencapai lebih dari 7 persen tahun lalu menunjukkan potensi besar subsektor ini. Dengan dukungan yang tepat, Jakarta bisa menjadi pusat mode regional di ASEAN,” ujar Pramono di sela acara.
Sementara itu, Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya menilai ajang seperti JFW tidak hanya penting bagi promosi karya desainer lokal, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam peta ekonomi kreatif Asia Tenggara. Ia menekankan bahwa nilai kekayaan intelektual (IP) di sektor mode perlu terus dikembangkan agar pelaku kreatif memperoleh manfaat ekonomi yang berkelanjutan.
Kemenekraf, lanjutnya, berkomitmen memperkuat ekosistem fesyen nasional melalui pelatihan, pembiayaan, serta pembukaan akses pasar internasional. “Fesyen kini bukan sekadar gaya hidup, melainkan wujud identitas budaya dan kekuatan ekonomi baru bangsa,” tegas Riefky.
Penyelenggaraan Jakarta Fashion Week 2026 kali ini menjadi simbol kolaborasi lintas negara ASEAN, sekaligus wadah bagi desainer muda untuk menampilkan karya berkelanjutan yang berpadu dengan tren digital fashion.|Foto : Istimewa

