JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Sekitar 38 mantan karyawan PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) yang tergabung dalam kelompok “Solidaritas XBTel Lima” menggelar aksi unjuk rasa damai di depan Gedung Wisma Bakrie I, Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (7/5/2025).
Aksi ini dilakukan untuk menuntut pelunasan sisa kompensasi pemutusan hubungan kerja (PHK) yang belum dibayarkan perusahaan sejak jatuh tempo pada Agustus 2023.
Aksi yang bertepatan dengan momentum peringatan Hari Buruh Internasional tersebut menjadi simbol perlawanan terhadap praktik ketenagakerjaan yang dinilai tidak adil. Para eks karyawan menyuarakan kekecewaan mendalam terhadap PT Bakrie Telecom yang dianggap ingkar terhadap Perjanjian Bersama yang ditandatangani pada 2019.
“Sudah hampir dua tahun sejak jatuh tempo, tapi hak kami belum juga dilunasi. Cicilan kompensasi yang kami terima sejak awal pun sangat kecil, bahkan sekarang nyaris berhenti total,” ungkap Rosman, perwakilan peserta aksi, dalam orasinya.
Dampak Sosial Mandeknya Kompensasi Eks Karyawan BTEL
Para peserta aksi juga menyoroti dampak sosial yang mereka alami akibat macetnya pembayaran kompensasi PHK. Banyak di antara mereka yang mengalami kesulitan ekonomi parah—mulai dari anak putus sekolah, rumah disita bank, hingga menjual aset pribadi untuk kebutuhan hidup dan pengobatan.
“Ini bukan sekadar angka di atas kertas. Ini soal masa depan dan kehidupan keluarga kami,” ujar Ratna Settiawati, salah satu eks karyawan BTEL yang terdampak.
Dalam pernyataan sikapnya, kelompok Solidaritas XBTel Lima menyampaikan lima tuntutan utama kepada manajemen dan pemegang saham PT Bakrie Telecom, di antaranya:
-
Pelunasan tunai seluruh kewajiban kompensasi PHK secara penuh.
-
Perhatian dan penyelesaian dari pihak keluarga besar Bakrie.
-
Keterlibatan pemegang saham dan afiliasi perusahaan dalam penyelesaian masalah.
-
Jaminan tidak ada intimidasi terhadap eks karyawan yang menuntut hak.
-
Dukungan dari pemerintah terhadap perlindungan hak-hak buruh.
Mereka juga mendesak Presiden RI Prabowo Subianto untuk menindaklanjuti komitmennya dalam melindungi hak pekerja, sebagaimana disampaikan dalam pidato peringatan May Day di Monas, 1 Mei 2025.

“Kami dukung Presiden, tapi kami butuh bukti nyata. Perusahaan besar tak seharusnya memperlakukan buruh yang pernah mengabdi secara semena-mena,” tegas salah satu koordinator lapangan aksi.
Aksi Damai dan Ancaman Aksi Lanjutan
Aksi unjuk rasa eks karyawan Bakrie Telecom ini berlangsung tertib dan damai. Kegiatan diawali dengan doa bersama, menyanyikan lagu Indonesia Raya, orasi, menyanyikan lagu-lagu perjuangan, hingga penyerahan surat tuntutan resmi kepada pihak manajemen.
Massa menyatakan bahwa jika tidak ada penyelesaian konkret dalam waktu dekat, mereka akan menggelar aksi lanjutan yang lebih besar.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Bakrie Telecom Tbk belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan dan aksi damai yang digelar oleh para mantan karyawannya.


