JAKARTA, Ajang perdana English for Speakers of Other Languages International Olympiad (ESOLIO) 2025 resmi ditutup pada Sabtu (20/7202), menandai kesuksesan pelaksanaan kompetisi internasional yang mempertemukan 86 pelajar dari Indonesia, Thailand, Filipina, dan Vietnam di kawasan wisata Kuta, Bali.
Diselenggarakan oleh Abak Academy, ESOLIO hadir sebagai ruang kompetitif sekaligus kolaboratif untuk siswa-siswa non-native English speakers dari berbagai jenjang pendidikan. Para peserta merupakan pemenang seleksi nasional (ESOLIO National Round) dari negara masing-masing, yang kemudian bertemu dalam ajang internasional selama enam hari penuh semangat bahasa, budaya, dan kepemimpinan global.
Kompetisi dibagi ke dalam tiga kategori: Curious Walkers (untuk jenjang SD), Determined Runners (SMP), dan Visionary Flyers (SMA). Setiap jenjang dirancang sesuai dengan tahap perkembangan berpikir, komunikasi, dan kecakapan kolaborasi peserta.
Presiden ESOLIO, Dr. Munasprianto Ramli, menyebut penyelenggaraan edisi pertama ini sebagai sebuah capaian luar biasa. “Awalnya ada delapan negara yang menyatakan minat, tetapi karena kendala geopolitik dan teknis, baru empat negara yang bisa berpartisipasi. Meski begitu, partisipasi aktif dari empat negara ini menunjukkan potensi besar ESOLIO sebagai ajang pembentukan generasi global masa depan,” ujarnya.

Lebih dari Sekadar Kompetisi Bahasa
ESOLIO tak hanya menghadirkan lomba individu dengan penghargaan medali emas, perak, dan perunggu, tetapi juga menyuguhkan Case Study Project—sesi kolaboratif antarnegara yang mengajak siswa menyelesaikan tantangan dunia nyata secara berkelompok. Lewat sesi ini, peserta diasah untuk berpikir kritis, berkomunikasi dalam konteks global, serta menjalin empati lintas budaya.
Salah satu kegiatan yang menjadi sorotan adalah cultural trip ke beberapa ikon wisata budaya Bali seperti Pura Uluwatu, Garuda Wisnu Kencana, dan Pertunjukan Tari Kecak di Pantai Melasti. Momentum ini menjadi kombinasi antara pembelajaran bahasa, kolaborasi global, dan pertukaran budaya yang berkesan.
“ESOLIO bukan hanya soal bahasa, ini forum global yang mempersiapkan para pemimpin masa depan,” ujar Joseph Davies, guru sukarelawan dari Peace Corps USA yang turut mendampingi peserta.
Apresiasi juga datang dari akademisi Indonesia. Dr. Siti Masrifatul Fitriyah, Koordinator Program S2 Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Jember yang juga menjadi juri ESOLIO, mengungkapkan kekagumannya, “Kemampuan menulis dan berbicara para peserta bahkan dalam beberapa kasus melebihi mahasiswa.”
Selain medali, panitia juga memberikan penghargaan khusus seperti Best Writing, Best Speaker, dan Top Scorer di tiap kategori.
Berikut beberapa peraih penghargaan utama:
Top Scorer Curious Walkers: Jirapat Utanwutipong (Thailand)
Top Scorer Determined Runners: Pun Jareonrattanawat (Thailand)
Top Scorer Visionary Flyers: Ali Mahdi Adinegoro (Indonesia)


