BerandaTravelDari Rel ke Harapan:...

Dari Rel ke Harapan: Cara KAI Mengubah Perjalanan Jadi Gerakan Sosial & Lingkungan

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID— Bayangkan sebuah gerbong kereta yang melaju pelan di pagi hari. Ada ibu menggendong bayi, anak sekolah dengan ransel penuh mimpi, hingga lansia yang tersenyum lega karena mendapat kursi prioritas.

Bagi Didiek Hartantyo, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), semua itu bukan sekadar penumpang — mereka adalah kisah hidup yang saling bertemu di ruang bernama KAI.

“Melayani berarti mendengar, memahami, dan beradaptasi. Semua orang, tanpa melihat usia, latar belakang, atau kondisi fisik, harus mendapat ruang yang sama untuk merasa nyaman dan aman,” kata Didiek saat Temu Pastores Keuskupan Agung Jakarta di Gereja Katedral.

Acara yang dihadiri Kardinal Ignatius Suharyo ini diikuti lebih dari 300 pastor dari Jakarta dan Bekasi. Di tengah doa dan refleksi, terselip percakapan hangat tentang transportasi yang manusiawi.

Baca Juga :   Kemenparekraf Terima Hibah Lahan untuk Pengembangan Kampus Poltekpar Medan

Angka yang Bercerita

Selama Januari–Juli 2025, 286,57 juta orang memilih KAI, naik 9,04% dari tahun lalu.

LRT Jabodebek: +47,23% penumpang

Kereta Panoramic & Luxury: +44,78%

LRT Sumsel & KA Makassar–Parepare: Pertumbuhan stabil 9–10%

Bagi KAI, angka-angka ini bukan sekadar statistik, tapi bukti bahwa kepercayaan publik bertambah seiring perbaikan layanan.

Inovasi yang Mengajak Semua Orang

KAI menghadirkan kereta khusus wanita, e-boarding pass, face recognition, hingga akses khusus disabilitas dan lansia.

Semua ini memastikan bahwa kereta bukan hanya alat transportasi, tapi simbol kesetaraan.

Jalur Hijau Masa Depan

KAI juga menanam 106.757 pohon, menggunakan biodiesel B40, membangun PLTS di 53 stasiun, dan mengupayakan elektrifikasi jalur yang kini sudah 8,9% terealisasi.

Baca Juga :   Famtrip untuk Perusahaan Perjalanan Wisata Asia Selatan dan Tengah

Targetnya: transportasi berbasis rel yang ramah lingkungan, menggerakkan ekonomi tanpa meninggalkan jejak karbon besar.

“Setiap kursi yang terisi menyimpan cerita perjalanan manusia yang saling terhubung. Ketika inovasi berjalan seiring komitmen menjaga bumi, kereta menjadi moda menuju masa depan yang lebih baik,” ujar Anne Purba, VP Public Relations KAI dalam Siaran Pers KAI, Selasa(12/8)

Mungkin, lain kali Anda naik kereta, perhatikan sekeliling. Siapa tahu, Anda sedang menjadi bagian dari gerakan sosial dan lingkungan terbesar di negeri ini — sambil tetap tiba tepat waktu di tujuan.|Foto : Istimewa

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Royalti Musik dan Keadilan Pencipta: Harapan Baru di Era Tata Kelola LMKN

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — Tata kelola royalti dalam industri musik tidak semata berbicara...

GSW Pantura Jadi Proyek Strategis Nasional, Pemerintah Siapkan Otorita Khusus

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID— Proyek Giant Sea Wall (GSW) di kawasan Pantai Utara (Pantura)...

Polemik LMKN Kembali Mengemuka, LMK Klaim Sistem Royalti Rugikan Pencipta Lagu

JAKARTA,TERMINALNEWS ID— Polemik yang menyeret nama Lembaga Manajemen Kolektif Nasional kembali...

Arca “Mbah Bhelet” Dipindahkan, Fadli Zon Tekankan Penguatan Nilai Budaya Borobudur

MAGELANG,TERMINALNEWS.ID — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri Ritual Ageng Boyongan Mbah...

- A word from our sponsors -

spot_img