TERMINALNEWS.ID, WASHINGTON – Ide mengejutkan muncul jelang dimulainya gelaran Piala Dunia (FIFA World Cup 2026) setelah seorang teman dekat Donald Trump mengklaim bahwa Italia masih bisa menggantikan Iran sebelum Piala Dunia dimulai.
Turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko dan Kanada itu masih dibayangi ketidakpastian terkait keikutsertaan Iran akibat konflik yang terus berlangsung di Timur Tengah.
Meski begitu, Presiden FIFA, Gianni Infantino sebelumnya menegaskan bahwa Iran tetap dijadwalkan memainkan seluruh pertandingan mereka di fase grup. Saat ini, Iran berada satu grup dengan Belgium, Egypt, dan New Zealand, dengan seluruh laga dijadwalkan berlangsung di Amerika Serikat.
Donald Trump juga tampak mendukung pernyataan Infantino. Presiden AS itu mengaku tidak keberatan Iran tampil di turnamen selama FIFA mengizinkannya.
“Iran akan bermain di Amerika Serikat,” kata Infantino pada awal Mei lalu.

Sebelumnya, Iran sempat mengajukan permintaan agar pertandingan mereka dipindahkan ke Meksiko. Namun, permohonan tersebut ditolak FIFA.
Delegasi Iran juga dikabarkan akan bertemu dengan pejabat FIFA di Swiss akhir bulan ini setelah sebelumnya tidak diizinkan menghadiri Kongres FIFA di Vancouver.
Ketua Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, meminta agar Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) tetap dihormati jika negaranya benar-benar tampil di gelaran empat tahun sekali tersebut.
Sementara itu, isu penggantian Iran oleh Italia kembali mencuat setelah utusan khusus AS, Paolo Zampolli, mengungkapkan bahwa dirinya telah mengusulkan ide tersebut kepada Trump dan Infantino.
Dalam wawancara sebelumnya, Zampolli mengatakan bahwa Italia layak tampil karena memiliki sejarah besar di Piala Dunia dengan koleksi empat gelar juara.
“Saya akui bahwa saya telah menyarankan kepada Trump dan Infantino agar Italia menggantikan Iran di Piala Dunia,” ujar Zampolli.

“Sebagai orang kelahiran Italia, akan menjadi mimpi melihat Azzurri tampil di turnamen yang digelar di Amerika Serikat. Dengan empat gelar juara dunia, mereka memiliki sejarah yang pantas untuk dipertimbangkan.”
Meski demikian, sumber FIFA menegaskan bahwa saat ini tidak ada rencana mengganti Iran dengan Italia.
Namun, Zampolli kembali menegaskan pandangannya dalam wawancara dengan media Italia, La Gazzetta dello Sport.
“Dengan dukungan Trump, saya menghubungi Infantino karena regulasi FIFA memiliki celah terkait penggantian tim yang tidak hadir. Jika Iran tidak berpartisipasi, maka Italia — yang telah empat kali menjuarai Piala Dunia dan menjadi tim dengan peringkat tertinggi di antara negara yang gagal lolos — memenuhi syarat yang tepat,” katanya.
Ia juga mempertanyakan kesiapan Iran untuk benar-benar datang ke Amerika Serikat di tengah situasi politik yang masih panas.
“Mereka sekarang mengatakan tim akan datang, tetapi bagaimana dengan orang-orang yang mengikuti mereka? Itu bukan sesuatu yang diterima dengan baik di Amerika Serikat dalam situasi saat ini. Permainan masih terbuka,” lanjutnya.
FIFA World Cup 2026 sendiri dijadwalkan dimulai pada 11 Juni mendatang dengan laga pembuka antara Meksiko melawan Afrika Selata. (INO)


