TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Meningkatnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di tengah belum meredanya eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran turut mendorong masyarakat mencari alternatif transportasi yang lebih hemat dan sehat.
Salah satunya dengan bersepeda. Kondisi ini juga memicu lahirnya berbagai komunitas gowes baru di sejumlah daerah.
Salah satu komunitas yang baru terbentuk adalah Komunitas Gowes Taman Gorontalo (GTG). Nama tersebut diambil dari lokasi tempat para anggotanya rutin berkumpul dan bersilaturahmi, yakni di Taman Gorontalo.
Ketua GTG, Chalimi, menjelaskan bahwa komunitas ini hadir bukan hanya sebagai wadah pecinta sepeda, tetapi juga untuk mempererat hubungan antarpesepeda.

“Nama Gowes Taman Gorontalo diambil karena kami selalu berkumpul dan bersilaturahmi di Taman Gorontalo,” ujar Chalimi.
Saat ini, anggota GTG mayoritas berasal dari wilayah Kecamatan Tanjung Priok dan sekitarnya. Mereka berasal dari Kelurahan Papanggo, Warakas, Tanjung Priok, Sungai Bambu, hingga Lagoa di Kecamatan Koja.
Menurut Chalimi, komunitas tersebut mengedepankan kebersamaan dan kekeluargaan dibanding hal lain.
“Komunitas kami adalah komunitas sepeda yang mengutamakan ikatan tali silaturahmi,” tuturnya. Chalimi sendiri diketahui pernah menjadi ketua pada awal pembentukan komunitas sepeda lansia.
Hal senada disampaikan anggota GTG lainnya, Sarmadi. Ia menegaskan bahwa komunitas ini dibentuk atas dasar kesadaran untuk membudayakan hidup sehat dan bukan untuk kepentingan pribadi.
“Komunitas ini tidak mementingkan ego pribadi. Kami ingin membudayakan hidup sehat. Jadi, kami tidak akan menggubris jika nantinya ada anggota yang lebih mengedepankan ego sendiri,” kata Sarmadi.
Ia berharap seluruh anggota dapat memiliki visi yang sama, yakni menjadikan bersepeda sebagai gaya hidup sehat sekaligus bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

“Gowes itu untuk sehat, gowes itu untuk hemat energi, dan gowes itu untuk menciptakan udara serta lingkungan yang bersih dan sehat,” tambahnya.
Dukungan terhadap terbentuknya GTG juga datang dari Daru, anggota komunitas Aspal Godidem. Pria yang memiliki nama lengkap Bramandaru itu menyambut positif hadirnya komunitas gowes baru tersebut.
“Saya sangat mendukung komunitas ini. Semakin banyak masyarakat yang bersepeda, semakin kita bisa menghemat energi,” ujarnya.
Daru mengungkapkan, dirinya bersama rekan-rekan komunitasnya belum lama ini melakukan perjalanan gowes ke Yogyakarta dan Jawa Tengah sebagai bagian dari kampanye hemat energi.
Karena itu, ia berharap kehadiran GTG dapat membuat budaya bersepeda semakin masif di tengah masyarakat.
“Saya sangat mendukung terbentuknya komunitas sepeda GTG. Mari kita gowes dengan riang gembira dan santun di jalan. Tunjukkan bahwa komunitas ini bisa menjadi contoh bagi masyarakat untuk bersepeda, baik ke pasar, sekolah, tempat kerja, maupun ke mana saja,” pungkas Daru.

