OLEH: Tommy R. Arief
TIM NASIONAL Indonesia U-20 asuhan Nova Arianto kembali bikin sejarah. Garuda Muda sukses menumbangkan Australia 2-0 di laga penentuan dan mengunci tiket ke Piala Asia U-20 2027 di China.
Pertandingan jalan sengit dari menit pertama. Lini belakang disiplin, tengah rapi, dan di depan ada Reno yang jadi pembeda lewat ketajamannya. Tapi yang paling disorot: kiper sekaligus kapten tim tampil jadi tembok. Beberapa kali penyelamatan krusialnya bikin Australia frustasi.
Dua gol tercipta dari kerja sama tim + semangat juang tinggi. Kemenangan ini juga sekalian mutusin dominasi Australia di level usia muda Asia Tenggara dan Oseania.
Apa Kata Pelatih & Kapten Usai Laga?
Nova Arianto nggak pelit apresiasi, tapi juga jujur:
“Ini hasil kerja keras semua. Dari kiper, belakang, tengah sampai depan. Mereka main lepas dan percaya diri. Saya sangat berterima kasih ke pemain karena persiapannya panjang banget, dari Februari. TC di Yogya, Piala AFF, TC Bali, sampai ke Spanyol. Mereka tinggalin sekolah cukup lama, tapi akhirnya terbayar dengan lolos ini” ujar Nova Ariyanto kepada Terminal News lewat telp genggamnya
“Yang pasti saya apresiasi kepada semua komponen tim, dari pemain, staf. Ini yang kita tunggu-tunggu. Kita lihat tim senior bisa lolos ke Piala Asia, U-20 juga, dan itu jadi motivasi kami. Bersyukur kita akhirnya bisa lolos”
Nova juga menekankan target selanjutnya: perbaiki kekurangan dan tampil maksimal di China.
Dari kubu Australia, pelatih mereka menyoroti disiplin Indonesia. Mereka akui Garuda Muda main sangat terorganisir dan efektif manfaatin peluang. Meski kalah, mereka tetap puji mental bertarung anak-anak Indonesia yang nggak kendor 90 menit.
Kapten tim, Putu Panji Apriawan, juga buka suara soal strategi di lapangan:
“Sesuai dengan strategi pelatih ya kita bermain menunggu, mengandalkan counter attack kita. Kita juga tidak menyangka bahwa Australia akan menahan diri untuk menyerang”aku Putu
“Akhirnya kita mengikuti tempo permainan Australia yang hanya mengandalkan passing-passing di bawah saja” lanjut Putu
Putu bilang semua instruksi pelatih dijalankan rapi. Bertahan saat harus bertahan, nyerang saat ada ruang. Jadi wajar kalau kiper dan lini belakang jadi pahlawan.
Catatan penting
Indonesia sebenernya sudah lolos otomatis ke Piala Asia U-20 2026 karena tembus 8 besar di edisi 2025 lalu. Tapi menang 2-0 dari Australia ini tetep jadi pembuktian mental. AFC juga sudah ubah format jadi digelar tiap tahun dan sementara di Arab Saudi sampe 2028
Dengan hasil ini, 9 tim udah pasti lolos tanpa kualifikasi: Indonesia, Uzbekistan, Arab Saudi, Korsel, Korut, Tajikistan, Jepang, UEA, dan Qatar.
Bravo Indonesia! Garuda Muda terbang lah lebih tinggi!
*Tommy R.Arief, wartawan senior sepakbola


