TERMINALNEWS.ID, JAKARTA — Putaran pertama Liga Soeratin Jakarta U-15 resmi berakhir pada Minggu (6/9/2026).
Memasuki tahap evaluasi, pencetus Kompetisi Liga Soeratin Jakarta U-15 dan Liga Jakarta U-17, Joseph Erwiyantoro, meminta seluruh bidang yang terlibat dalam penyelenggaraan kompetisi untuk menyiapkan catatan sebagai bahan evaluasi.
Joseph Erwiyantoro berharap setiap bidang dapat menghimpun berbagai temuan selama putaran pertama, mulai dari hal-hal yang sudah berjalan baik hingga persoalan yang masih perlu diperbaiki.
“Saya berharap teman-teman di semua bidang memiliki catatan apa saja yang pernah dilihat, didengar dan dibaca, dari semua pernik-pernik masalah dari masing-masing 16 klub anggota kelompok U-15,” ujar Joseph.
Ia meminta catatan tersebut disusun dalam waktu satu hingga dua hari ke depan. Catatan diharapkan memuat berbagai aspek, termasuk kelebihan dan kekurangan serta hal-hal positif maupun negatif yang ditemukan selama kompetisi berlangsung.
Menurut Joseph, seluruh data dari masing-masing bidang akan menjadi bahan evaluasi yang nantinya disampaikan kepada 16 manajemen dan pelatih klub dalam sebuah workshop yang direncanakan digelar di Kandang Ayam.
Workshop tersebut dijadwalkan berlangsung pada pekan depan, antara Senin hingga Jumat. Namun, pelaksanaannya akan menyesuaikan dengan kesiapan data yang dikumpulkan dari seluruh bidang.
Joseph menekankan pentingnya data yang lengkap dan presisi agar evaluasi tidak sekadar berdasarkan pendapat, tetapi memiliki dasar yang jelas.
“Syukur-syukur ada data lengkap dan presisi, agar panitia tidak asal bicara, tapi ada bukti data,” katanya.
Untuk itu, seluruh pihak yang terlibat diminta menyerahkan catatan evaluasi paling lambat Selasa, 8 September 2026. Bagi mereka yang memiliki keterbatasan waktu, Joseph mengatakan catatan dapat dibuat secara ringkas, dengan mencantumkan poin-poin penting beserta datanya.
Hasil evaluasi tersebut diharapkan menjadi pijakan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan Liga Soeratin Jakarta U-15 pada putaran berikutnya, sekaligus memperkuat koordinasi antara panitia, manajemen klub, dan jajaran pelatih.

