TERMINALNEWS.ID, LIVERPOOL – Bek kiri Liverpool, Milos Kerkez, mengakui timnya harus melakukan kompromi dalam menerapkan gaya pressing tinggi yang diusung pelatih Andoni Iraola. Menurut Kerkez, Liverpool belum mampu mempertahankan intensitas pressing tersebut selama 90 menit penuh.
Liverpool meraih kemenangan 2-0 atas Ipswich Town di Portman Road, Jumat malam, sekaligus mencatat clean sheet pertama mereka musim ini. Alexander Isak menjadi bintang kemenangan The Reds setelah mencetak dua gol.
Cody Gakpo menjadi penyumbang dua assist untuk Isak. Sementara itu, Bradley Barcola juga mencuri perhatian dalam debutnya setelah didatangkan dari Paris Saint-Germain (PSG) dengan nilai transfer £123 juta atau sekitar Rp2,94 triliun. Perhitungan tersebut menggunakan kurs sekitar Rp23.865 per poundsterling pada 6 September 2026.
Barcola bahkan mencatatkan kecepatan tertinggi di Premier League musim 2026/27 sejauh ini, yakni 35,9 km/jam, setelah dimainkan selama sekitar 30 menit terakhir.
Kerkez Akui Pressing Tinggi Menguras Energi
Kerkez bukan pemain yang asing dengan sistem permainan Iraola. Bek asal Hungaria itu sebelumnya bekerja bersama sang pelatih di Bournemouth setelah didatangkan dari AZ Alkmaar pada 2023.
Karena itu, Kerkez memahami betul tuntutan fisik dari sepak bola pressing tinggi yang diterapkan Iraola.
“Ketika kami melakukan pressing seperti ini, cukup sulit melakukannya sepanjang pertandingan selama 90 menit,” ujar Kerkez kepada situs resmi Liverpool.
Menurutnya, Liverpool mampu menerapkan pressing agresif selama 30 hingga 35 menit pertama. Namun, setelah itu, tim harus lebih mengutamakan kekompakan serta komunikasi antarpemain.
“Kami bisa melakukannya selama 30 sampai 35 menit pertama. Dalam beberapa situasi, kami juga bisa melakukannya di awal babak kedua. Tetapi kemudian semuanya tentang tetap kompak dan saling berkomunikasi,” kata Kerkez.
Ia menilai lini pertahanan Liverpool tampil lebih solid saat menghadapi Ipswich. Keberhasilan mencatat clean sheet menjadi salah satu hal yang membuatnya puas.
“Kami sebagai pemain bertahan senang dengan clean sheet. Kami bertahan dengan cukup baik menghadapi umpan silang dan situasi bola mati. Semua pemain benar-benar fokus 100 persen,” ujarnya.
Meski demikian, Liverpool masih sempat memberikan beberapa celah kepada Ipswich. Beruntung bagi The Reds, sejumlah peluang lawan tidak berujung gol.
Kerkez Mulai Merasakan Perkembangan Liverpool
Kerkez juga menilai karakter permainan yang diinginkan Iraola mulai terlihat di lapangan. Ia merasa Liverpool semakin memahami sistem tersebut.
“Ya, tentu saja. Saya pikir semua orang merasa lebih baik di lapangan. Saya sendiri juga merasa semakin terlibat dalam permainan dan semakin baik,” kata Kerkez.
Kemenangan atas Ipswich menjadi modal penting Liverpool sebelum menghadapi periode padat. The Reds dijadwalkan menjalani tiga pertandingan dalam tujuh hari, dimulai dengan laga Liga Champions melawan Atletico Madrid, kemudian menghadapi Fulham di Premier League dan Tottenham Hotspur di Carabao Cup.
Karena itu, Kerkez menegaskan Liverpool tidak boleh terlalu lama merayakan kemenangan.
“Ini clean sheet, terutama di laga tandang. Kami tahu Premier League sangat sulit di mana pun. Kami senang, tetapi tidak bisa terlalu banyak merayakannya. Sekarang pertandingan datang setiap tiga hari dan kami harus fokus ke pertandingan berikutnya,” tuturnya.
Iraola Puji Ketajaman Alexander Isak
Selain membahas sistem pressing, Iraola memberikan pujian kepada Alexander Isak setelah penyerang asal Swedia itu mencetak dua gol.
Menurut Iraola, selama Isak berada dalam kondisi fit dan siap bermain, gol akan datang dengan sendirinya. Namun, sang pelatih menegaskan bahwa kontribusi Isak tidak boleh hanya diukur dari jumlah gol.
“Jika Alex fit, tersedia dan berada dalam kondisi bagus, saya pikir dia akan menghasilkan angka-angka yang bagus,” kata Iraola.
“Tuntutan saya kepada Alex mungkin bukan tentang gol. Saya akan menuntut hal-hal lain agar kami bisa bermain dengan baik. Jika kami bermain dengan baik, kami akan berada di posisi yang bagus dan gol akan datang.”
Iraola juga menekankan pentingnya kontribusi Isak terhadap permainan kolektif Liverpool, termasuk ketika tim kehilangan bola dan harus melakukan pressing.
Melawan Ipswich, Isak menunjukkan kerja keras bukan hanya saat menyerang. Intensitas tersebut akan kembali dibutuhkan Liverpool mengingat jadwal padat yang menanti mereka dalam beberapa hari ke depan.

