TERMINALNEWS.ID, KOTA MEKSIKO – Timnas Inggris mengambil langkah keamanan khusus menjelang pertandingan babak 16 besar Piala Dunia melawan Meksiko.
Selain harus beradaptasi dengan kondisi stadion yang berada di dataran tinggi, skuad asuhan Thomas Tuchel juga berupaya mengantisipasi gangguan yang diduga akan dilakukan suporter tuan rumah di sekitar hotel tempat mereka menginap.
Inggris akan menghadapi Meksiko di Stadion Azteca pada Minggu waktu setempat. Pertandingan tersebut berlangsung setelah The Three Lions memastikan tiket ke babak 16 besar berkat kemenangan dramatis atas Republik Demokratik Kongo yang diinspirasi oleh gol kapten Harry Kane.
2.195 Meter di Atas Permukaan Laut
Selain menghadapi dukungan penuh publik tuan rumah, Inggris juga harus beradaptasi dengan kondisi Stadion Azteca yang berada sekitar 7.200 kaki (2.195 meter) di atas permukaan laut.
Thomas Tuchel sebelumnya mengakui bahwa kondisi udara yang lebih tipis di Mexico City akan menjadi “kerugian besar” bagi para pemainnya karena dapat memengaruhi stamina dan performa selama pertandingan.
Namun, tantangan Inggris tidak hanya datang dari dalam lapangan. Federasi Sepak Bola Ekuador sebelumnya telah mengajukan protes kepada FIFA setelah para pemain mereka mengalami gangguan dari suporter Meksiko menjelang laga babak sebelumnya.
Menurut laporan, para pendukung Meksiko menyalakan kembang api, membunyikan mesin kendaraan, memukul drum, serta bernyanyi hingga dini hari di luar hotel tim Ekuador.
Dalam pernyataannya, Federasi Sepak Bola Ekuador menyebut tindakan tersebut:
“Perilaku ini jauh dari prinsip fair play, kesetaraan, dan persatuan yang seharusnya menjadi nilai dalam Piala Dunia.”
Kini, sejumlah laporan menyebut para suporter Meksiko berencana mengulangi aksi serupa saat Inggris bertandang ke Mexico City.
Datang ke Hotel Lebih Awal
Meski regulasi FIFA mengharuskan setiap tim tiba paling lambat 24 jam sebelum pertandingan, Inggris memilih datang dua hari lebih awal untuk memberikan waktu adaptasi terhadap kondisi ketinggian.
Meski demikian, ancaman gangguan tetap membayangi. Laporan menyebut sejumlah jurnalis lokal berusaha mengungkap lokasi hotel tempat menginap tim Inggris sehingga para suporter dapat berkumpul di sana.
Hingga saat ini, lokasi hotel Inggris masih dirahasiakan. Namun, jika keberadaannya bocor, aparat keamanan telah menyiapkan pengamanan ekstra.
Polisi setempat diperkirakan akan berjaga di sekitar hotel, sementara laporan The Athletic menyebut kemungkinan akan diterapkan penutupan akses jalan (roadblock) di sekitar area hotel untuk mencegah orang-orang mendekat. Kebijakan tersebut akan diberlakukan berdasarkan penilaian situasi masing-masing.
Pemain Inggris Diberi Penyumbat Telinga
Sebagai langkah antisipasi, para pemain Inggris dikabarkan akan dibekali penutup mata (eye mask) dan penyumbat telinga (ear plugs) agar tetap bisa beristirahat meski terjadi kebisingan di luar hotel.
Thomas Tuchel mengaku sudah memperkirakan kemungkinan tersebut.
“Kami memang memperkirakan hal seperti itu (kebisingan di luar hotel). Tapi apa yang bisa kami lakukan? Kami akan membawa penyumbat telinga. Saya sudah memperkirakan semuanya,” ujar Tuchel.
Sebelum bertolak ke Mexico City, Inggris juga mengambil langkah yang tidak biasa demi menjaga kerahasiaan strategi tim.
Alih-alih langsung terbang menuju Meksiko usai mengalahkan Republik Demokratik Kongo, skuad Inggris terlebih dahulu kembali ke markas mereka di Kansas City, Amerika Serikat.
Menurut laporan Daily Mail, salah satu alasan utama keputusan tersebut adalah untuk meminimalkan risiko aktivitas mata-mata dan kebocoran taktik menjelang pertandingan penting kontra Meksiko.
Pusat latihan Inggris di Kansas City disebut memiliki sistem keamanan yang sangat ketat dengan pengawasan aparat kepolisian serta petugas keamanan di berbagai titik setiap sesi latihan berlangsung. Langkah itu diambil untuk memastikan informasi penting terkait strategi tim tidak bocor kepada lawan.


