BerandaEntertainmentFilm Syekh Yusuf Digarap,...

Film Syekh Yusuf Digarap, Pemerintah Gandeng Mizan Perkuat Diplomasi Budaya

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID -| Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia membuka peluang kolaborasi dengan Mizan Production dalam pengembangan film tentang Syekh Yusuf Al-Makassari. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya memperkuat diplomasi budaya sekaligus memanfaatkan momentum peringatan 400 tahun tokoh tersebut.

Rencana kolaborasi ini dibahas dalam pertemuan antara Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Presiden Direktur Mizan Group, Haidar Bagir. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menyoroti potensi besar pengembangan film berbasis sejarah dan spiritualitas Syekh Yusuf.

Fadli Zon menilai peringatan 400 tahun Syekh Yusuf memiliki makna strategis, tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga dalam konteks sejarah global. Pemerintah bahkan telah mengusulkan peringatan tersebut kepada UNESCO sebagai bagian dari pengakuan internasional.

Menurut dia, Kementerian Kebudayaan mendorong model co-production atau produksi bersama dalam pengembangan film, dengan penekanan utama pada kekuatan skenario dan riset.

Baca Juga :   Reza Arfandy, Anov Blues One dan Ashley Hamel Kolaborasi di Single 'Bad Boi'

“Kunci utama ada pada skenario dan pengembangannya. Itu yang akan menentukan kualitas dan daya saing film di tingkat global,” ujarnya.

Selain itu, Kementerian Kebudayaan melalui Direktorat Film, Musik, dan Seni juga terus mendukung ekosistem perfilman nasional. Dukungan tersebut antara lain melalui fasilitasi sineas ke berbagai festival internasional seperti International Film Festival Rotterdam, Udine Far East Film Festival, Sundance Film Festival, Clermont-Ferrand International Short Film Festival, hingga Festival Film Cannes.

Garap Produksi Film Biopik Syekh Yusuf Al Makassari Menteri Kebudayaan Jajaki Kolaborasi bersama Mizan Group 1

Pemerintah juga telah meluncurkan program Dana Indonesia Raya yang dapat dimanfaatkan sebagai dana pendamping, termasuk untuk pengembangan dan pascaproduksi film. Selain itu, tersedia pula program lomba penulisan skenario film sejarah serta rencana afirmasi untuk lima film sejarah nasional.

Baca Juga :   Hamdan ATT Hadir di 1 Dekade Academy Indosiar, Didampingi Putra-Putrinya Setelah Kena Stroke

Sementara itu, Haidar Bagir mengungkapkan bahwa ketertarikan mengangkat kisah Syekh Yusuf sebenarnya telah lama muncul. Ia menilai tokoh tersebut memiliki kompleksitas yang kuat, mulai dari peran sebagai ulama, pemikir tasawuf, pejuang anti-kolonialisme, hingga sisi kehidupan personal yang mendalam.

“Mizan memiliki pengalaman memproduksi film nasional seperti Laskar Pelangi. Namun film sejarah atau biografi memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam pembiayaan dan dinamika pasar yang kompetitif,” ujarnya.

Dalam diskusi, tim kreatif Mizan Production juga memaparkan pendekatan naratif yang menggabungkan perjalanan sejarah dengan cerita kontemporer agar lebih relevan bagi generasi muda. Selain itu, penguatan riset akademik dinilai penting, termasuk pemanfaatan disertasi dan karya ilmiah guna menjaga akurasi historis sekaligus memperkaya kedalaman cerita.

Kementerian Kebudayaan memandang bahwa pengembangan film berbasis tokoh sejarah nasional merupakan langkah strategis untuk memperkuat literasi sejarah, membangun karakter bangsa, sekaligus mendorong kebudayaan sebagai sumber inspirasi industri kreatif.

Baca Juga :   Angel Pieters Kembali dengan “Rindu”, Lagu tentang Berdamai dengan Perasaan yang Pernah Ada

Kolaborasi ini juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Staf Ahli Menteri Bidang Hukum dan Kebijakan Kebudayaan Masyitoh Annisa Ramadhani, Staf Khusus Menteri Bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional Annissa Rengganis, serta Sekretaris Direktorat Jenderal terkait Judi Wahjudin.

Ke depan, pembuatan film ini akan mempertimbangkan sejumlah aspek penting, seperti kematangan skenario, kekuatan riset sejarah, strategi pengembangan kekayaan intelektual (IP), serta relevansi pesan bagi generasi muda.

Melalui kolaborasi lintas sektor, pemerintah berharap narasi sejarah Indonesia dapat semakin luas diangkat ke berbagai medium kreatif, termasuk film, sebagai bagian dari penguatan diplomasi budaya Indonesia di kancah global.|Sumber Kemenbud RI

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Royalti Musik dan Keadilan Pencipta: Harapan Baru di Era Tata Kelola LMKN

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — Tata kelola royalti dalam industri musik tidak semata berbicara...

GSW Pantura Jadi Proyek Strategis Nasional, Pemerintah Siapkan Otorita Khusus

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID— Proyek Giant Sea Wall (GSW) di kawasan Pantai Utara (Pantura)...

Polemik LMKN Kembali Mengemuka, LMK Klaim Sistem Royalti Rugikan Pencipta Lagu

JAKARTA,TERMINALNEWS ID— Polemik yang menyeret nama Lembaga Manajemen Kolektif Nasional kembali...

Arca “Mbah Bhelet” Dipindahkan, Fadli Zon Tekankan Penguatan Nilai Budaya Borobudur

MAGELANG,TERMINALNEWS.ID — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri Ritual Ageng Boyongan Mbah...

- A word from our sponsors -