BerandaNewsLuar NegeriDonald Trump Klaim Perang...

Donald Trump Klaim Perang AS-Israel vs Iran Selesai dalam 2–3 Pekan

WASHINGTON, TERMINALNEWS.ID — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Selasa (waktu setempat) menyatakan bahwa Iran tidak harus menyetujui kesepakatan untuk mengakhiri perang yang sedang berlangsung antara AS dan Israel melawan Republik Islam tersebut.

Donald Trump juga menegaskan bahwa Amerika Serikat kemungkinan akan mengakhiri perang dalam dua hingga tiga pekan ke depan.

Donald Trump seperti dilansir timesofisrael menambahkan bahwa sisa cadangan uranium yang telah diperkaya milik Iran tidak menjadi kekhawatirannya karena tersimpan jauh di bawah tanah dan sulit dijangkau.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengklaim bahwa Israel telah “menghancurkan” kemampuan Teheran dalam memproduksi senjata nuklir selama konflik berlangsung.

Pernyataan dari kedua pemimpin tersebut dinilai menjadi sinyal awal menuju akhir perang, meskipun AS masih mengerahkan pasukan untuk kemungkinan operasi darat di Iran.

“Tidak, [Iran] tidak harus membuat kesepakatan,” kata Donald Trump kepada wartawan di Gedung Putih.

Baca Juga :   Film Horor “The Hole” Karya Hanung Bramantyo Tembus IFFR 2026, Angkat Sejarah Kelam Lubang Buaya

Donald Trump juga dijadwalkan akan menyampaikan pidato kepada publik terkait perang tersebut pada Rabu pukul 21.00 waktu setempat.

“Ketika kami merasa mereka sudah ‘dikembalikan ke zaman batu’ dan tidak mampu lagi mengembangkan senjata nuklir, maka kami akan pergi, dengan atau tanpa kesepakatan,” kata Donald Trump.

Donald Trump sebelumnya mengklaim bahwa AS telah menghancurkan program nuklir Iran melalui serangan tahun lalu.

Namun, belum jelas target militer lanjutan yang ingin dicapai Washington, maupun apakah Iran akan menghentikan perlawanan jika AS menghentikan serangan secara sepihak.

“Bisa saja kami mencapai kesepakatan karena mereka lebih ingin membuat kesepakatan daripada saya. Namun dalam waktu singkat, ini akan selesai, dan mereka tidak akan mampu membuat senjata nuklir selama bertahun-tahun,” jelas Donald Trump.

Donald Trump juga mengakui bahwa dalam jangka panjang Iran mungkin kembali mampu mengembangkan senjata nuklir, namun presiden AS di masa depan, menurutnya, akan kembali mengambil tindakan militer.

Baca Juga :   Menpora RI: Indonesia Siap Pimpin Diplomasi Global Melalui Olahraga.

Segera Tinggalkan Iran

Dalam pernyataan di Oval Office, Donald Trump menegaskan bahwa AS akan segera “meninggalkan” Iran. Ia juga mengklaim bahwa harga bahan bakar akan turun setelahnya.

Menanggapi kekhawatiran warga AS terkait harga bensin, Donald Trump mengatakan bahwa masyarakat kini “jauh lebih aman” karena Iran tidak memiliki senjata nuklir.

Donald Trump menyebut langkah militer tersebut sebagai “pengalihan sementara” dari upaya memperkuat ekonomi AS, demi mencegah Iran memperoleh bom nuklir.

Terkait Selat Hormuz, Donald Trump menyatakan bahwa negara-negara lain harus menjaga sendiri jalur distribusi minyak mereka. Ia mengakui adanya potensi ancaman dari Iran terhadap kapal-kapal yang melintas.

“Saya pikir akan tetap aman, tetapi kami tidak ada kaitannya dengan itu,” tandas Donald Trump.

Baca Juga :   Puan Beri Cenderamata Baju Wayang dari Batik Saat Berkunjung di Kediaman Paus Fransiskus di Vatikan

Donald Trump juga mengklaim bahwa AS telah menyingkirkan puluhan pemimpin Iran yang disebutnya sebagai “radikal berbahaya”, serta menyebut telah terjadi “perubahan rezim” di Iran—meskipun pemerintahan Republik Islam masih berdiri.

Namun, Donald Trump menegaskan bahwa tujuan utamanya hanya satu, yakni memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir. Pernyataan ini berbeda dengan sejumlah pejabat AS yang sebelumnya menyebut beberapa target lain, termasuk penghancuran program rudal, angkatan laut, dan dukungan terhadap kelompok proksi.

Ketika ditekan mengenai kapan perang akan berakhir, Donald Trump memperkirakan dalam dua hingga tiga pekan, atau bahkan lebih cepat.

“Kami ingin menghancurkan seluruh kemampuan mereka saat ini, tetapi ada kemungkinan kesepakatan tercapai sebelum itu,” tutur Donald Trump.

Donald Trump  juga memperkirakan pembangunan kembali infrastruktur Iran yang hancur bisa memakan waktu 15 hingga 20 tahun.

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Kodaeral IV Gelar Uji Terampil Glasgapur P1-P2 2026, Tingkatkan Kesiapan dan Profesionalisme Prajurit

TERMINALNEWS.ID, BATAM – Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IV menggelar Uji...

Kemenkop dan Aspebindo Siap Perkuat Sinergi Untuk Mendukung Kemandirian Energi Nasional

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA - Kementerian Koperasi (Kemenkop) komitmen untuk terus memperkuat sinergi...

PEMILU ISRAEL DI UJUNG TANDUK: SAAT 18 KURSI ARAB MENENTUKAN NASIB ZIONIS

OLEH: Andi Malarangeng PEMILU Israel 27 Oktober 2026 berakhir dengan sebuah paradoks...

FINITO? BELUM. TAPI TIKET WAPRES SUDAH DICETAK ULANG

OLEH: Tommy R. Arief KEMARIN, 30 Oktober 2026, Mahkamah Agung mengetuk palu:...

- A word from our sponsors -