BerandaNewsLuar NegeriIran Kirim Rudal Usai...

Iran Kirim Rudal Usai Benjamin Netanyahu Bikin Pernyataan Iran Tak Mampu Perkaya Uranium dan Rudal

TEL AVIV, TERMINALNEWS.ID – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan bahwa Iran kini tidak lagi memiliki kemampuan untuk memperkaya uranium maupun memproduksi rudal balistik.

Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers di Yerusalem pada Kamis (waktu setempat), yang menjadi penampilan langsung pertamanya sejak dimulainya kampanye militer bersama Amerika Serikat terhadap Iran pada 28 Februari lalu.

“Setelah 20 hari, saya bisa katakan kepada Anda — Iran saat ini tidak memiliki kemampuan untuk memperkaya uranium, dan tidak memiliki kemampuan untuk memproduksi rudal balistik,” ungkap Benjamin Netanyahu.

Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa Israel akan terus menghancurkan kemampuan tersebut hingga “menjadi debu dan abu.” Menurut Benjamin Netanyahu, Iran kini berada dalam kondisi paling lemah, sementara Israel semakin mengukuhkan diri sebagai kekuatan regional, bahkan global.

Tak lama setelah pernyataan itu, Iran dilaporkan meluncurkan sejumlah rudal ke wilayah Israel, memicu sirene peringatan di Yerusalem dan beberapa wilayah lainnya.

Baca Juga :   Serangan Rudal dari Iran ke Israel: Satu Rudal Ditembak Jatuh, Trump Sindir Rezim Iran, Warga AS Diperingatkan

Iran sebelumnya telah melancarkan serangan rudal dan drone di berbagai wilayah sebagai respons atas operasi militer yang dilakukan Israel dan Amerika Serikat. Operasi tersebut bertujuan melemahkan kepemimpinan Iran serta menghancurkan program nuklir dan rudal balistiknya.

F260316CG907 640x400 1
Iran Kirim Rudal Usai Benjamin Netanyahu Bikin Pernyataan Iran Tak Mampu Perkaya Uranium dan Rudal (timeofisrael)

Dalam pernyataannya berbahasa Inggris, Benjamin Netanyahu menyinggung operasi militer bertajuk Operation Rising Lion yang dilakukan pada Juni lalu. Ia mengklaim Israel telah menghancurkan banyak infrastruktur nuklir serta kini menargetkan pabrik-pabrik yang memproduksi komponen senjata.

“Kami sedang melumpuhkan basis industri mereka dengan cara yang belum pernah kami lakukan sebelumnya,” jelas Benjamin Netanyahu.

Benjamin Netanyahu juga menyoroti situasi politik Iran pasca tewasnya pemimpin tertinggi, Ali Khamenei, dalam serangan awal. Ia mengaku tidak yakin siapa yang saat ini memimpin Iran.

Baca Juga :   Duka Hollywood: Sutradara Legendaris Rob Reiner dan Istri Ditemukan Tewas, Putra Kandung Diduga Pelaku

PENGGANTI KHAMENEI BELUM MUNCUL

Pengganti Khamenei, Mojtaba Khamenei, disebut belum muncul ke publik sejak ditunjuk sebagai pemimpin baru. Netanyahu menilai terdapat ketegangan internal di kalangan elite Iran.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bahkan sempat menyatakan ketidakpastian mengenai kondisi pemimpin baru Iran tersebut. Media Iran melaporkan Mojtaba mengalami luka dalam serangan Israel yang juga menewaskan anggota keluarganya.

Benjamin Netanyahu menegaskan Israel akan terus menargetkan para pemimpin Iran. “Tidak masalah siapa yang menggantikan mereka,” ujarnya.

AFP 20260312 A2YG9BC v1 HighRes IraqIranUsIsraelWar 640x400 1
Anti-missile batteries fire interception missiles toward incoming ballistic missiles launched from Iran, as seen over Tel Aviv, March 16, 2026. (timeofisrael)

Benjamin Netanyahu kembali menegaskan bahwa Israel berupaya menciptakan kondisi yang memungkinkan rakyat Iran menggulingkan rezim yang berkuasa. Namun, ia menekankan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan rakyat Iran.

“Perubahan rezim mungkin terjadi, tetapi tidak ada jaminan. Pada akhirnya, rakyat Iran yang menentukan,” tutur Benjamin Netanyahu.

Baca Juga :   Humaniora Malaysia Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor Aceh Tengah

Benjamin Netanyahu juga membuka kemungkinan operasi darat sebagai bagian dari strategi militer, meskipun tidak merinci lebih lanjut.

PATUHI PERMINTAAN AS

Terkait serangan terhadap fasilitas gas Iran di South Pars, Benjamin Netanyahu menyebut Israel bertindak sendiri. Namun ia mengungkapkan bahwa Donald Trump meminta agar serangan terhadap infrastruktur gas dihentikan, dan Israel mematuhi permintaan tersebut.

Di sisi lain, sejumlah sumber Amerika Serikat menyebut serangan tersebut sebenarnya telah dikoordinasikan sebelumnya.

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menyebut serangan itu sebagai “peringatan” bagi Iran agar menghentikan serangan balasan terhadap fasilitas energi di kawasan Teluk.

Ketegangan ini berdampak luas, termasuk pada sektor energi global. Iran dilaporkan menyerang fasilitas gas di Qatar dan menargetkan infrastruktur energi di kawasan Teluk.

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Tottenham Siapkan Tawaran Besar untuk Cody Gakpo, Transfer Bisa Tembus Rp2,4 Triliun

TERMINALNEWS.ID, LONDON – Tottenham Hotspur terus bergerak memperkuat lini serang pada...

KI DKI Jakarta: Keterbukaan Informasi PT JIEP Perkuat Tata Kelola dan Kepercayaan Publik

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Komisi Informasi (KI) DKI Jakarta menilai keterbukaan informasi...

Tri Waluyo: Perda Pesantren Jadi Landasan Penguatan Pendidikan, Dakwah, dan Pemberdayaan Umat

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta, Tri...

Ketika Sayap Garuda Patah Lagi di Jalan Besar Malam di Jalan Besar tidak berpihak pada Garuda

BABAK PERTAMA dimulai dengan harapan. Satu gol. Keunggulan 1-0. Rasanya seperti...

- A word from our sponsors -