JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak dirancang untuk memenuhi seluruh kebutuhan gizi harian penerima manfaat. Program tersebut hanya ditujukan untuk memenuhi sekitar sepertiga dari kebutuhan gizi harian.
Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, mengatakan hal tersebut sebagai tanggapan atas berbagai narasi yang beredar di media sosial yang menyebutkan menu MBG belum memenuhi takaran gizi yang dibutuhkan.
“Perlu dipahami bahwa MBG memang tidak dirancang untuk memenuhi seluruh kebutuhan gizi harian. Program ini didesain untuk memenuhi sekitar sepertiga dari kebutuhan gizi harian penerima manfaat,” ujar Nanik di Jakarta,Minggu(8/3)
Menurut Nanik, standar komposisi menu dalam program MBG telah disusun dengan mempertimbangkan kebutuhan energi, protein, karbohidrat, serta mikronutrien yang dibutuhkan oleh kelompok penerima manfaat.
Ia menambahkan, tujuan utama dari program ini bukan hanya menyediakan makanan, tetapi juga membangun kebiasaan makan sehat dan bergizi bagi generasi muda.
“Program ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya membentuk pola makan yang lebih baik bagi anak-anak dan generasi masa depan bangsa,” katanya.
Selain itu, BGN juga menegaskan bahwa pelaksanaan program MBG memiliki panduan teknis yang jelas dan terstruktur. Penjelasan ini sekaligus menjawab pertanyaan yang muncul di media sosial terkait prosedur teknis pelaksanaan program tersebut.
Nanik mengatakan seluruh petunjuk teknis atau juknis pelaksanaan MBG telah tersedia dan dapat diakses secara terbuka oleh masyarakat.
“Semua petunjuk teknis pelaksanaan MBG sudah tersedia dan dapat diakses secara terbuka. Dokumen tersebut telah diunggah di situs resmi BGN sehingga dapat dipelajari oleh masyarakat maupun mitra pelaksana,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dokumen juknis tersebut mencakup berbagai aspek operasional, mulai dari standar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), proses pengolahan makanan, keamanan pangan, hingga komposisi gizi dalam setiap menu yang disajikan.
Dengan adanya keterbukaan informasi tersebut, BGN berharap diskusi publik mengenai program MBG dapat dilakukan secara konstruktif dengan mengacu pada data dan dokumen resmi yang tersedia.

