BerandaKomunitasKomunitas Sepeda 'Aspal' Ngabuburit...

Komunitas Sepeda ‘Aspal’ Ngabuburit dan Bukber Bersama di Pantai Ancol

JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Momentum bulan suci Ramadhan dimanfaatkan sejumlah komunitas sepeda untuk mempererat silaturahmi.

Seiring kebijakan tiket masuk gratis yang diberlakukan Taman Impian Jaya Ancol selama Ramadhan, para pesepeda menjadikan kawasan Pantai Ancol sebagai lokasi ngabuburit dan buka puasa bersama (bukber).

Salah satunya adalah Komunitas Sepeda Asli Anak Empat Lima (Aspal). Pada Minggu sore, 1 Maret, sekitar pukul 16.30 WIB, belasan anggota Aspalberkumpul di Taman Gorontalo atau yang lebih dikenal sebagai Lapangan Segitiga Sungai Bambu, Tanjung Priok, sebelum berangkat bersama menuju kawasan Pantai Ancol.

“Kami akan bukber bersama komunitas sepeda lainnya di kawasan Pantai Ancol,” ungkap Aan, anggota Komunitas Sepeda Aspal.

Baca Juga :   JAM Bin Kejagung Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Universitas Sebelas Maret
pul 8
Komunitas Sepeda ‘Aspal’ Ngabuburit dan Bukber Bersama di Pantai Ancol – Komunitas sepeda Aspal

Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dengan Komunitas Sepeda Ngaprak dari Jakarta Barat serta sejumlah komunitas sepeda lainnya.

“Ini bentuk silaturahmi kami sesama komunitas sepeda. Apalagi saat ini Ancol memberlakukan tiket masuk gratis. Mumpung gratis, kami manfaatkan sebaik-baiknya untuk bertemu dan mempererat persaudaraan,” tutur Aan, alumni SMAN 45 Jakarta angkatan 1991.

Hal senada disampaikan Mama Kevin, salah satu peserta. Ia menuturkan bahwa program gratis masuk Ancol saat Ramadhan selalu menjadi momen yang dinanti komunitas sepeda.

“Setiap tahun ada program masuk gratis Ancol di bulan Ramadhan, dan kami selalu memanfaatkannya untuk berkumpul dengan komunitas lain. Yang paling berkesan adalah momen berbuka puasa bersama, di mana masing-masing peserta membawa makanan sendiri lalu saling berbagi. Itu sangat berarti bagi kami,” jelas Mama Kevin.

Baca Juga :   26 Tahun Kolonel Pundjung di Lingkungan TNI AL: Pengabdian Kepada Bangsa Dapat Ditempuh Melalui Berbagai Jalan

Kegiatan ngabuburit dan bukber tersebut juga dihadiri Bramandaru, penasihat Komunitas Sepeda Gowes Diem Diem (Godidem). Daru—sapaan akrabnya—menjelaskan bahwa filosofi ngabuburit dan bukber tidak sekadar menunggu waktu berbuka.

pul 9 scaled
Komunitas Sepeda ‘Aspal’ Ngabuburit dan Bukber Bersama di Pantai Ancol – Komunitas Sepeda Aspal Bersama Komunitas Sepeda Ngaprak

“Ngabuburit bukan hanya menunggu waktu, tetapi juga melatih kesabaran dalam menjalankan ibadah puasa. Sedangkan bukber menjadi sarana mempererat silaturahmi, berbagi rezeki, dan membangun solidaritas,” kata Daru, yang juga aktif di Komunitas Sepeda Aspal alumni SMAN 45 Jakarta angkatan 1985.

Ia pun mengapresiasi kebijakan tiket gratis yang diberikan Taman Impian Jaya Ancol kepada masyarakat selama Ramadhan.

“Semoga dengan adanya program ini, semakin banyak komunitas yang bisa mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan. Saya sangat mengapresiasi kebijakan Ancol yang memberikan tiket gratis kepada masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga :   Patroli Dialogis Baharkam Polri di Gunung Putri, Warga Apresiasi Kehadiran Polisi

Melalui kegiatan sederhana seperti ngabuburit dan buka puasa bersama, komunitas sepeda tidak hanya menjaga kebugaran, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan dan persaudaraan di bulan suci Ramadhan.

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Tottenham Siapkan Tawaran Besar untuk Cody Gakpo, Transfer Bisa Tembus Rp2,4 Triliun

TERMINALNEWS.ID, LONDON – Tottenham Hotspur terus bergerak memperkuat lini serang pada...

KI DKI Jakarta: Keterbukaan Informasi PT JIEP Perkuat Tata Kelola dan Kepercayaan Publik

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Komisi Informasi (KI) DKI Jakarta menilai keterbukaan informasi...

Tri Waluyo: Perda Pesantren Jadi Landasan Penguatan Pendidikan, Dakwah, dan Pemberdayaan Umat

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta, Tri...

Ketika Sayap Garuda Patah Lagi di Jalan Besar Malam di Jalan Besar tidak berpihak pada Garuda

BABAK PERTAMA dimulai dengan harapan. Satu gol. Keunggulan 1-0. Rasanya seperti...

- A word from our sponsors -