BerandaNewsNasionalDar Edi Yoga: Laksdya...

Dar Edi Yoga: Laksdya TNI Hersan Figur yang Sesuai Dengan Kebutuhan TNI Angkatan Laut di Era Ancaman Modern

JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Bursa calon Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) kembali menghangat. Sejumlah perwira tinggi TNI AL berpangkat bintang tiga masuk radar kandidat kuat.

Namun, satu nama dinilai semakin mengerucut karena memiliki rekam jejak komprehensif, mulai dari pengalaman tempur di laut, komando armada, hingga penugasan strategis di lingkar pengambil kebijakan nasional.

Nama tersebut adalah Laksamana Madya (Laksdya) TNI Hersan, yang saat ini menjabat sebagai Inspektur Jenderal (Irjen) TNI.

Pemerhati militer Dar Edi Yoga menilai, Hersan termasuk figur yang sesuai dengan kebutuhan TNI Angkatan Laut di era ancaman modern. Tantangan yang dihadapi AL saat ini bukan hanya persoalan pertahanan laut, tetapi juga pengelolaan organisasi besar, diplomasi pertahanan, serta integrasi kekuatan gabungan lintas matra.

“Kalau bicara calon Kasal yang punya kombinasi komando lapangan, pengalaman strategis, dan jejaring koordinasi nasional, nama Hersan termasuk yang paling siap,” ujar Dar Edi Yoga, Senin (2/3/2026).

pul 6
Dar Edi Yoga: Laksdya TNI Hersan Figur yang Sesuai Dengan Kebutuhan TNI Angkatan Laut di Era Ancaman Modern

Dari Komandan KRI hingga Pangkoarmada III

Salah satu kekuatan utama Hersan adalah jalur kariernya yang konsisten dan berjenjang, dari level kapal perang hingga komando wilayah operasi strategis.

Baca Juga :   Tahun 2024 Tumbuhkan Semangat Kasih dan Kepedulian Terhadap Sesama

Ia pernah menjabat sebagai Komandan KRI Diponegoro-365 dan kemudian Komandan KRI Slamet Riyadi-352 pada 2014. Pengalaman memimpin Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dinilai krusial dalam membentuk karakter perwira laut—mulai dari ketegasan, disiplin, hingga insting operasi di medan sesungguhnya.

Kariernya kemudian meluas ke berbagai posisi strategis, di antaranya Ajudan Presiden RI (2014–2016), Komandan Lanal Palembang (2016–2017), Koordinator Staf Administrasi (Koorsmin) Kasal (2017–2019), Asisten Perencanaan (Asrena) Kaskogabwilhan II (2019–2021), Komandan Gugus Tempur Laut (Danguspurla) Koarmada II (2021–2022), Staf Khusus Kasal (2022), Sekretaris Militer Presiden (Sesmilpres) Kemensetneg RI (2022–2023), Panglima Koarmada III (2023–2025), hingga akhirnya dipercaya sebagai Irjen TNI (2025–sekarang).

Menurut Dar Edi, fase kepemimpinan Hersan sebagai Pangkoarmada III menjadi salah satu catatan paling menentukan. Wilayah Koarmada III mencakup kawasan strategis Indonesia timur yang bersinggungan langsung dengan jalur pelayaran internasional serta dinamika geopolitik kawasan Indo-Pasifik.

Baca Juga :   Wagub Rano Dukung Jakarta Sebagai Kota Inklusif,Toleran, Adil, dan Harmonis

Nilai Plus: Operasi Gabungan dan Tata Kelola

Penunjukan Hersan sebagai Irjen TNI juga dinilai menjadi nilai tambah signifikan. Jabatan tersebut tidak sekadar berkaitan dengan pengawasan internal, tetapi juga memberikan perspektif menyeluruh tentang kesiapan tempur lintas matra, sistem pengadaan dan dukungan logistik, tata kelola organisasi, hingga akuntabilitas anggaran pertahanan.

“Ke depan, Kasal tidak cukup hanya jago operasi. Ia harus kuat dalam governance. Kekuatan laut modern itu mahal dan kompleks. Di sinilah pengalaman Hersan menjadi nilai tambah,” kata Dar Edi.

21 Bintang Tanda Jasa

Selain jalur komando dan jabatan strategis, Hersan juga memiliki legitimasi moral di internal TNI. Alumni AAL 1994 itu tercatat mengoleksi 21 bintang tanda jasa sepanjang kariernya.

Bagi Dar Edi, deretan penghargaan tersebut bukan sekadar simbol, melainkan cerminan konsistensi pengabdian dan kinerja dalam berbagai penugasan.

“Bintang tanda jasa itu akumulasi rekam pengabdian. Itu penting untuk kepemimpinan yang akan mengomandoi seluruh TNI AL,” ujarnya.

Baca Juga :   Ojek Online Tetap Mendapatkan Alokasi BBM Bersubsidi

Kebutuhan Pemimpin “Kelas Negara”

Dalam konteks suksesi Kasal, Dar Edi menegaskan bahwa sosok yang dibutuhkan bukan hanya pemimpin kelas satuan, melainkan figur “kelas negara”. Artinya, Kasal harus mampu berperan sebagai aktor strategis dalam ekosistem pertahanan nasional.

Hersan dinilai memiliki keunggulan karena pernah berada di titik-titik strategis negara, termasuk sebagai Ajudan Presiden dan Sesmilpres. Pengalaman tersebut dianggap memberinya pemahaman langsung mengenai mekanisme pengambilan keputusan di tingkat nasional.

“Kasal itu bukan sekadar panglima di laut. Ia juga aktor strategis negara. Hersan punya pengalaman di dua dunia: dunia tempur dan dunia kebijakan,” tegas Dar Edi.

Meski keputusan akhir tetap berada pada mekanisme internal TNI dan kebijakan pimpinan nasional, penilaian publik mulai mengerucut pada sosok dengan rekam jejak paling lengkap.

“Bila indikatornya pengalaman kapal, operasi, komando armada, jabatan strategis negara, serta posisi bintang tiga yang relevan, maka Hersan sangat layak dijagokan,” pungkas Dar Edi.

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Tottenham Hotspur Hadapi Brentford, Dua Gelandang Bisa Jadi Korban Gemuknya Skuad De Zerbi

TERMINALNEWS.ID, LONDON – Tottenham Hotspur akan menghadapi Brentford pada laga pembuka...

Hull City vs Manchester United: Susunan Pemain Resmi, Setan Merah Tampil dengan Kekuatan Terbaik

TERMINALNEWS.ID, HULL – Hull City mengawali kiprahnya kembali di Premier League...

Derby Merseyside U-21 Memanas, Liverpool dan Everton Berakhir Imbang 1-1

TERMINALNEWS.ID, LIVERPOOL – Rivalitas panas Derby Merseyside kembali memunculkan drama. Kali...

Demi Sepak Bola Indonesia, Bukan Kursi: Pesan Tenang di Tengah Ramainya Bursa Ketum PSSI

OLEH: Nabil M.Salim   DINAMIKA PEMILIHAN Ketua Umum PSSI periode 2027-2031 mulai terasa....

- A word from our sponsors -