Dennis Reza Anggoro, Sarjana Hukum yang Siap Kawal Statistik Pemain Kompetisi Liga Jakarta 2026

Reza
Dennis Reza Anggoro

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID  Berbeda dengan latar belakangnya yang ahli hukum, sosok Dennis Reza Anggoro justru lebih menyukai angka-angka yang terkait dengan sepak bola utamanya statistik pemain. Ya sarjana jebolan UGM angkatan 2017 ini dalam satu tahun terakhir justru aktif mengoleksi, menyusun, dan menganalisis data performa pemain dari berbagai level kompetisi nasional.

Bagi Denns, data bukan sekadar angka di atas kertas. Statistik adalah fondasi objektif untuk membaca kualitas, konsistensi, dan perkembangan pemain secara terukur. Dalam praktiknya, ia terlibat dalam pencatatan pertandingan Liga 1 dan Liga 2, dengan fokus pada pengumpulan variabel performa yang rinci.

Proses pengambilan data dilakukan langsung saat pertandingan berlangsung. Setiap pemain dipantau berdasarkan sejumlah indikator seperti jumlah menit bermain (minutes of play), aksi menyerang, kontribusi bertahan, distribusi bola, hingga keterlibatan dalam fase transisi permainan. Semua variabel tersebut dicatat secara sistematis, lalu dihimpun ke dalam basis data terpusat untuk dianalisis lebih lanjut.

“Data membantu kita melihat gambaran yang lebih utuh. Bukan hanya apakah seorang pemain terlihat bagus, tetapi apakah ia konsisten sepanjang musim,” ujar Dennys.

Baca Juga :   Panpel Liga Jakarta U-17 Siap Gelar Liga Soeratin U-15, Liga Soeratin U-17 dan Liga Kartini U-16

Menurutnya, tantangan terbesar dalam membangun kultur statistik di Indonesia adalah masih kuatnya penilaian berbasis intuisi semata. Banyak pelaku sepak bola yang mengandalkan kesan visual tanpa dukungan angka-angka pendukung. Padahal, di negara dengan sistem sepak bola maju, analisis visual dan data berjalan beriringan.WhatsApp Image 2026 02 26 at 21.54.21

“Visual tetap penting. Tapi data menjadi alat verifikasi. Kita bisa membandingkan performa pemain antarpertandingan, bahkan antar musim,” katanya.

Dennys menilai format kompetisi liga penuh jauh lebih ideal dalam membangun database pemain. Dengan sistem dua putaran dan puluhan pertandingan, performa pemain dapat dipantau secara longitudinal. Berbeda dengan turnamen pendek yang hanya berlangsung empat hingga delapan laga, liga panjang menyediakan sampel data yang lebih representatif.

Hal inilah yang membuatnya tertarik untuk terlibat lebih jauh di level pembinaan usia muda. Pada musim 2026 yang akan bergulir mulai April mendatang, Dennis didapuk sebagai pengolah data di Liga Soeratin U-15 dan Liga Jakarta U-17 tahun 2026 yang akan bergulir pada April mendatang.

Baca Juga :   Promo Booyah Sale 5.5, Kiosgamer Hadirkan Diskon Top Up dan Bonus Diamond Free Fire

Keterlibatan tersebut menjadi langkah penting dalam membangun basis data sejak tahap awal pembinaan. Dengan jumlah pertandingan yang cukup banyak dalam format kompetisi, perkembangan pemain muda dapat direkam secara lebih detail.

“Kalau datanya dikumpulkan sejak awal musim, kita bisa melihat grafik perkembangan mereka. Apakah progresnya stabil, meningkat, atau ada penurunan. Itu penting untuk pembinaan,” jelasnya.

Di Liga Soeratin U-15 dan Liga Jakarta U-17 tahun 2026 nanti, setiap pertandingan akan didokumentasikan melalui pencatatan statistik individu pemain. Fokusnya tetap pada variabel dasar seperti menit bermain, kontribusi menyerang dan bertahan, serta efektivitas dalam duel dan distribusi bola. Dari situ, laporan performa per pemain akan disusun secara berkala.

Dijelaskannya juga bahwa, data usia muda sangat krusial untuk kebutuhan scouting jangka panjang. Dengan database yang rapi, klub atau pencari bakat dapat mengidentifikasi potensi sejak dini. Statistik membantu menemukan pemain-pemain dengan konsistensi tinggi, bukan hanya yang tampil menonjol dalam satu pertandingan.

Baca Juga :   Liga Jakarta U-17 Siap Digelar, Langkah Strategis untuk Cetak Pemain Muda Berbakat Menuju TimNas

Meski demikian, ia menegaskan bahwa data bukanlah solusi tunggal. Observasi langsung tetap dibutuhkan untuk membaca aspek teknis, mental, dan karakter pemain yang tidak sepenuhnya terekam angka.

Sebagai lulusan hukum, Dennis membawa pendekatan akademik ke dalam dunia sepak bola. Ia percaya olahraga ini perlu diarahkan ke sistem yang lebih ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan secara kuantitatif. Baginya, statistik adalah langkah awal menuju profesionalisme yang lebih matang.

Dalam setahun pengalamannya mengolah data statistik pemain sepak bola dirinya menemukan bahwa kontribusi terhadap sepak bola tidak hanya datang dari lapangan hijau. Lewat kerja di balik layar—mengumpulkan, menyusun, dan menganalisis data— fondasi informasi itu dapat membantu klub, pelatih, dan pencari bakat mengambil keputusan akan lebih rasional.

Dengan keterlibatan di Liga Soeratin U-15 dan Liga Jakarta U-17 tahun 2026, langkahnya semakin jelas: membangun ekosistem sepak bola Indonesia yang lebih berbasis data, dimulai dari akar pembinaan usia muda.

Related articles

Share article

Latest articles