JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — Jakarta Pertamina Enduro (JPE) harus mengakui keunggulan Gresik Petrokimia Phonska dengan skor 0-3 (20-25, 20-25, 17-25) pada laga terakhir Putaran II Proliga 2026. Hasil tersebut menutup fase reguler dengan catatan kurang maksimal bagi JPE.
Kendati demikian, kekalahan ini tidak menggoyahkan posisi JPE di papan atas klasemen. Tim memastikan diri melaju ke babak Final Four dengan status runner-up Proliga putri 2026 sebuah capaian yang sejak awal musim memang menjadi target utama.
Sejak kompetisi bergulir, manajemen menempatkan tiket Final Four sebagai fondasi untuk bersaing di fase penentuan. Target tersebut tercapai, sekaligus menjadi modal strategis menyongsong babak berikutnya yang diprediksi berlangsung lebih ketat.
Chef de Mission JPE, Werry Prayogi, menegaskan bahwa hasil laga terakhir bukanlah akhir dari perjalanan tim musim ini.
“Kekalahan ini tentu menjadi catatan evaluasi, namun tidak mengubah arah dan ambisi tim. Justru ini menjadi momen yang tepat untuk mengidentifikasi detail teknis yang perlu diperbaiki sebelum memasuki fase Final Four dengan intensitas yang lebih tinggi,” ujar Werry.
Pelatih JPE, Bülent Karslıoğlu, menyoroti aspek penerimaan servis yang dinilai kurang stabil sehingga memengaruhi skema serangan.
“Kami kurang stabil di penerimaan servis sehingga tidak selalu bisa menjalankan strategi offense sesuai rencana. Ini menjadi catatan penting. Final Four adalah fase yang berbeda, lebih kompetitif. Untuk itu, kami harus meningkatkan kualitas eksekusi dan konsistensi di setiap sesi,” tegasnya.
Dengan tuntasnya babak reguler, fokus tim kini sepenuhnya tertuju pada persiapan Final Four. Evaluasi teknis dan penguatan mental bertanding menjadi prioritas demi menjaga konsistensi permainan.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyatakan dukungan terhadap JPE merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memajukan olahraga nasional.
“Pertamina turut mendukung kemajuan olahraga nasional. Dukungan ini juga bagian dari peran Pertamina dalam memberikan energi kepada masyarakat, menciptakan ekosistem olahraga yang profesional, kompetitif, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, Pertamina juga menegaskan komitmennya terhadap target Net Zero Emission 2060 serta pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Transformasi perusahaan diarahkan pada tata kelola yang baik, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, serta penerapan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis.
Kini, tantangan sesungguhnya menanti Jakarta Pertamina Enduro di Final Four fase di mana konsistensi, kedalaman skuad, dan ketahanan mental akan menjadi penentu langkah menuju Grand Final.

