JAKARTA,TERMINALNEWS.ID -| Musisi asal Indonesia Timur, Wizz Baker, kembali meramaikan industri musik nasional dengan merilis single terbaru berjudul ‘Bikin Sa Gila’. Lagu ini menandai kolaborasi perdananya bersama rapper Teddy Salendah dan dirilis di bawah label Megah Music yang berafiliasi dengan Sony Music Entertainment Indonesia.
Mengusung dialek Ambon–Papua yang khas, ‘Bikin Sa Gila’ menghadirkan cerita ringan tentang cinta yang datang secara tiba-tiba. Lagu ini menggambarkan momen jatuh cinta dalam hitungan detik, namun dibalut dengan keyakinan untuk menjalaninya dalam jangka panjang. Nuansa jenaka dan penuh percaya diri terasa kuat sejak bagian chorus hingga verse rap yang menjadi pembeda utama lagu ini.
Secara musikal, Wizz Baker memadukan pop timur dengan sentuhan hip-hop dan reggae, menciptakan irama yang enerjik namun tetap hangat. Karakter vokal soulful milik Wizz berpadu dengan rap Teddy Salendah yang lugas dan humoris, menjadikan lagu ini mudah diterima oleh pendengar lintas segmen.
Menurut Wizz Baker, lagu ini merupakan bentuk perayaan spontanitas dalam cinta sekaligus refleksi identitas musik timur yang terus ia bawa ke panggung nasional. Kolaborasi dengan Teddy disebutnya memberi warna baru yang memperkuat cerita lagu, dari fase menggoda hingga keberanian menyatakan keseriusan.
Nama Wizz Baker sendiri kian dikenal luas berkat konsistensinya mengangkat musik Indonesia Timur ke ranah populer. Berawal sebagai beatmaker dan produser, ia berkembang menjadi penyanyi dengan ciri visual dan musikal yang kuat. Topi jerami hitam serta sapaan khas “Hai, Saya dari Papua!” telah menjadi identitas yang melekat dalam setiap penampilannya.
Perjalanan karier Wizz juga ditandai dengan capaian di tangga lagu digital. Ia pernah bertahan selama puluhan minggu di Top Indonesian Charts, sementara sejumlah karyanya seperti ‘Jang Balikan’, ‘Rindu Rumah’, dan album Jadilah Mentari (2023) mencatatkan performa signifikan di berbagai platform streaming. Kolaborasi dengan sejumlah musisi Tanah Air semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu representasi musik timur masa kini.
Tak hanya dirilis dalam format audio, ‘Bikin Sa Gila’ juga hadir dalam video musik resmi yang ditayangkan melalui kanal YouTube Wizz Baker. Dalam waktu singkat, video tersebut berhasil menarik perhatian publik dengan jumlah penonton yang terus meningkat. Visual yang cerah serta chemistry kuat antara Wizz dan Teddy menjadi daya tarik tersendiri.
Melalui single ini, Wizz Baker kembali menegaskan bahwa musik dari Indonesia Timur tidak hanya berbicara tentang nostalgia dan kerinduan, tetapi juga tentang semangat, keberanian, dan ekspresi cinta yang hidup serta relevan dengan generasi saat ini.[]


