WASHINGTON, TERMINALNEWS.ID – Undian resmi fase grup Piala Dunia 2026 akhirnya digelar di Washington DC pada Jumat malam waktu setempat. Dipandu Rio Ferdinand dan dihadiri ikon olahraga seperti Tom Brady, Shaquille O’Neal, hingga Wayne Gretzky, drawing kali ini menghasilkan sejumlah grup menarik untuk turnamen musim panas mendatang di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Sang juara bertahan Argentina tergabung bersama Austria, Aljazair, dan Yordania. Finalis 2022, Prancis, harus menghadapi salah satu skenario tersulit dengan kehadiran Senegal dan Norwegia. Inggris pun mendapatkan grup kompetitif berisi Kroasia, Panama, dan Ghana. Di sisi lain, tiga tuan rumah—AS, Meksiko, dan Kanada—mendapatkan undian relatif bersahabat, meski Kanada berharap Italia tidak lolos di play-off Eropa.
Lalu, siapa negara yang menjadi “pemenang” undian, dan siapa yang justru harus waspada? Berikut rangkumannya.
Pemenang: Timnas Amerika Serikat (USMNT)
Situasi mulai membaik bagi pelatih Mauricio Pochettino. Meski sempat banyak dikritik setelah awal masa kepemimpinannya berjalan buruk dan hubungan dengan Christian Pulisic disebut tegang, kini AS tidak terkalahkan dalam lima laga terakhir, termasuk kemenangan besar 5-1 atas Uruguay.
Melihat hasil undian, Pochettino punya alasan kuat untuk optimistis. Australia termasuk salah satu tim terlemah dari Pot 2, Paraguay tampil buruk di kualifikasi CONMEBOL, dan lawan dari jalur play-off Eropa—Turki/Romania/Slovakia/Kosovo—adalah bracket terlemah.
Jika momentum ini terjaga, peluang AS mencapai perempat final untuk pertama kali sejak 2002 sangat terbuka.
Korban: Prancis
Sebagai tim unggulan di Piala Dunia berformat 48 negara, Prancis seharusnya mendapatkan grup yang relatif mudah. Namun kenyataannya justru sebaliknya.
Norwegia adalah tim Pot 3 yang paling tidak diinginkan siapa pun—terutama karena keberadaan Erling Haaland. Tidak hanya itu, Prancis juga harus menghadapi Senegal, peringkat 19 dunia, yang tahun ini membongkar Inggris di laga uji coba.
Senegal juga pernah mengejutkan Prancis pada laga pembuka Piala Dunia 2002. Jika sejarah berulang di Amerika Serikat, Les Bleus berpotensi terancam tersingkir dini seperti di masa lalu.
Pemenang: Sisa “Generasi Emas” Belgia
Meski dianggap sudah habis, beberapa pilar “Generasi Emas” Belgia masih bertahan: Kevin De Bruyne, Romelu Lukaku, Axel Witsel, dan Thibaut Courtois.
Belgia memang tampil mengecewakan di kualifikasi—Jeremy Doku pun mengaku performa tim banyak di bawah standar. Namun secara kualitas, Belgia tetap unggul jauh atas pesaing di grup: Iran, Mesir, dan Selandia Baru.
Hanya Mesir yang berpotensi memberi perlawanan serius. Sisanya, Belgia seharusnya melaju mulus ke fase gugur.
Korban: Skotlandia
Skotlandia terakhir tampil di Piala Dunia pada 1998 dan saat itu berada satu grup dengan Brasil, Maroko, dan Norwegia. Kali ini, mereka kembali bertemu dua lawan yang sama kuatnya: Brasil dan Maroko.
Brasil memang tak sekuat era sebelumnya, tetapi di bawah Carlo Ancelotti, performa kembali meningkat. Ancelotti berpotensi memaksimalkan kualitas Vinicius Jr dan Rodrygo.
Maroko, semifinalis Piala Dunia 2022, kini sedang berada dalam 19 laga tanpa kekalahan dan tetap menjadi harapan terbesar Afrika untuk meraih kejayaan.
Skotlandia butuh performa heroik seperti saat menumbangkan Denmark di kualifikasi jika ingin melangkah ke babak 32 besar.
Pemenang: Kiprah Spanyol sebagai Tim Nomor Satu Dunia
Sebagai tim berperingkat tertinggi FIFA, Spanyol tetap favorit juara di Piala Dunia 2026—dan undian kali ini semakin menguntungkan mereka.
Uruguay tetap berbahaya, tetapi kekalahan 1-5 dari AS bulan lalu menunjukkan banyak masalah internal tim Marcelo Bielsa. Belum ada jaminan Bielsa masih melatih saat turnamen dimulai.
Arab Saudi, meski invest besar di liga domestik, justru menurun performanya sejak menumbangkan Argentina pada 2022. Sementara Tanjung Verde jauh di bawah level Spanyol.
Ditambah lagi, lawan potensial Spanyol di perempat final adalah pemenang grup Amerika Serikat atau Belgia, sehingga jalur menuju semifinal terlihat sangat terbuka.
Korban: Final Impian FIFA—Messi vs Ronaldo
Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo dipastikan kembali tampil di pentas terbesar dunia, sebuah kemewahan yang tak semua penggemar sempat bayangkan terjadi pada 2026.
Messi tetap jadi kunci Argentina dan mereka seharusnya melaju mudah dari grup berisi Austria, Aljazair, dan Yordania. Ronaldo juga sudah terbebas dari skorsing dan akan memimpin Portugal menghadapi pemenang play-off antarkonfederasi (DR Kongo/Jamaika/Kaledonia Baru), Uzbekistan, serta Kolombia.
Namun harapan untuk final impian Argentina vs Portugal pupus karena kedua negara berada di sisi undian yang sama.
Meski begitu, peluang duel Messi vs Ronaldo di perempat final tetap besar—dan itu saja sudah cukup untuk memecahkan internet.


