BerandaEntertainmentAri Lasso vs WAMI:...

Ari Lasso vs WAMI: Petisi Audit Royalti Musik Dapat Dukungan Musisi Lain

▪️Kasus Ari Lasso dan WAMI memanas. Dugaan salah kirim laporan royalti musik memicu petisi audit. WAMI klaim sudah diaudit rutin, tapi musisi minta transparansi lebih.

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID– Polemik soal royalti musik kembali memanas di industri hiburan Indonesia,penyanyi Ari Lasso melontarkan kritik keras terhadap Wahana Musik Indonesia (WAMI), salah satu Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) yang mengelola hak cipta lagu di Tanah Air.

Masalah bermula dari dugaan salah kirim laporan royalti yang diterima Ari Lasso. Merasa ada kejanggalan, mantan vokalis Dewa 19 itu membuat petisi audit WAMI. Langkah ini mendapat dukungan luas dari musisi lain yang juga menuntut kejelasan pembagian royalti.

Baca Juga :   Ari Lasso Guncang Panggung Tanah Lot Fest, Kritik Pedas LMKN dan WAMI Soal Royalti

WAMI Klaim Sudah Transparan dan Diaudit Rutin

Menanggapi isu tersebut, WAMI menegaskan telah menjalankan audit keuangan dan administrasi setiap tahun. Audit dilakukan oleh Forvis Mazars, Kantor Akuntan Publik (KAP) independen yang masuk jajaran 10 besar di Indonesia.

“Sejak rutin diaudit, laporan keuangan WAMI selalu mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP),” kata Adi Adrian, President Director WAMI,seperti dilansir detikpop,Kamis(14/8)

Menurut WAMI, hasil audit dipublikasikan di media cetak dan situs resmi, sebagai bukti komitmen terhadap transparansi pengelolaan royalti lagu sesuai UU Hak Cipta No. 28 Tahun 2014.

Salah Kirim Laporan Jadi Pemicu

WAMI mengakui adanya kesalahan teknis saat mengirim laporan royalti melalui email kepada Ari Lasso.

Baca Juga :   WeTV Original  "Swipe Right": Serial Romantis yang Bongkar Luka Perempuan Soal Tekanan Menikah

Nominal Rp 765.594 yang sempat viral bukan milik Ari, dan bukan jumlah keseluruhan royaltinya selama setahun.

“Kami sudah meminta maaf dan meluruskan informasi yang keliru itu,” jelas WAMI.

Audit Keuangan Bukan Jaminan Pembagian Royalti Adil

Meski opini WTP terdengar meyakinkan, audit tersebut hanya memastikan laporan keuangan sesuai standar akuntansi, bukan apakah pembagian royalti adil atau data pemakaian lagu akurat.

Para musisi menilai diperlukan audit operasional atau audit forensik yang fokus pada:

1.Alur data pemakaian lagu.

2.Metode perhitungan royalti.

3.Kesesuaian hasil pembagian dengan data sumber.

Dampak Petisi Ari Lasso

Petisi audit yang digagas Ari Lasso menjadi momentum bagi musisi untuk mendorong transparansi LMK di Indonesia.

Baca Juga :   GILA! Kerugian Capai Miliaran, Royalti Musik di Indonesia Masih Sering "Dicolong"? Ini Faktanya

Jika tuntutan ini direspons serius, sistem pengelolaan royalti musik berpotensi memasuki era baru yang lebih terbuka dan akuntabel.|Foto : Instagram Ari Lasso

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Royalti Musik dan Keadilan Pencipta: Harapan Baru di Era Tata Kelola LMKN

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — Tata kelola royalti dalam industri musik tidak semata berbicara...

GSW Pantura Jadi Proyek Strategis Nasional, Pemerintah Siapkan Otorita Khusus

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID— Proyek Giant Sea Wall (GSW) di kawasan Pantai Utara (Pantura)...

Polemik LMKN Kembali Mengemuka, LMK Klaim Sistem Royalti Rugikan Pencipta Lagu

JAKARTA,TERMINALNEWS ID— Polemik yang menyeret nama Lembaga Manajemen Kolektif Nasional kembali...

Arca “Mbah Bhelet” Dipindahkan, Fadli Zon Tekankan Penguatan Nilai Budaya Borobudur

MAGELANG,TERMINALNEWS.ID — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri Ritual Ageng Boyongan Mbah...

- A word from our sponsors -