JAKARTA,TERMINALNEWS.ID – Menjelang HUT ke-80 Republik Indonesia, Polri bersama Perum Bulog menyalakan “alarm” stabilitas pangan. Mulai pekan depan, keduanya akan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak di seluruh Indonesia, menyasar langsung kantong-kantong pasar yang masih menjual beras di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Rapat koordinasi di Mabes Polri, Jumat (8/8), yang dipimpin Irwasum Polri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, menandai dimulainya persiapan besar ini.
“Target kita 1,3 juta ton beras SPHP tahun ini, tapi realisasi baru 8.000 ton. Semua jajaran wajib gerak cepat, data stok harus akurat, koordinasi dengan Bulog rapat, distribusi tepat sasaran,” tegasnya.
Tak hanya sekadar menyalurkan, Polri akan menjadikan GPM ini ajang lomba antarsatuan wilayah—siapa yang paling cepat, tepat, dan aman dalam menyalurkan beras murah.
Gudang Raksasa & Jalur Distribusi Ganda
Direktur Utama Bulog Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani memastikan dukungan penuh.
“Kami siapkan 1.514 gudang dengan kapasitas 3,7 juta ton. Koperasi Polri akan kami beri fasilitas tunda bayar 7 hari untuk mempercepat distribusi,” ujarnya.
Ada dua skema penyaluran beras SPHP:
1.Langsung dari satuan wilayah ke Bulog.
2.Melalui koperasi seperti Koperasi Merah Putih, Primkoppol, atau koperasi lainnya.
Batas pembelian per orang maksimal 10 kg (kecuali daerah 3T, Maluku, dan Papua yang mendapat kemasan 50 kg). Semua harus patuh HET zonasi, dan keras dilarang untuk dijual kembali.
Dijaga Ketat, Dipantau Digital
Seluruh distribusi dipantau real time lewat aplikasi Klik SPHP yang merekam proses dari pengajuan hingga pelaporan. Bhabinkamtibmas akan memantau langsung di lapangan, sedangkan tim gabungan (Bulog, Polri, Pemda, Bapanas) melakukan evaluasi harian.
Deputi I Badan Pangan Nasional menegaskan: kualitas beras, kestabilan stok, dan manfaat bagi masyarakat adalah harga mati. Masyarakat pun bisa melaporkan penyimpangan lewat Hotline 110 atau aplikasi Klik SPHP.
Satgas SPHP Polri yang dipimpin Kakorbinmas akan mengawasi ketat pencapaian target dan menjatuhkan sanksi keras bagi pelanggar HET maupun penyalur ilegal.
“Ini bukan sekadar distribusi, ini misi penyelamatan harga beras rakyat,” tutup Komjen Dedi.
Gerakan ini diharapkan menahan laju harga, memastikan stok aman, dan memberi kado manis bagi rakyat jelang ulang tahun kemerdekaan ke-80 Indonesia.| Foto : Istimewa

