BerandaEntertainmentSanti Sardi Berpulang: Ikon...

Santi Sardi Berpulang: Ikon Anak 70-an, Warisan Seni yang Tak Lekang Waktu

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — Kabar duka menyelimuti dunia seni Tanah Air. Aktris sekaligus penyanyi cilik legendaris, Santi Sardi, meninggal dunia dalam usia 56 tahun pada Jumat sore, pukul 15.21 WIB, di Rumah Sakit Kramat 128, Jakarta Pusat.

Kabar kepergian Santi, kakak kandung aktor Lukman Sardi dan putri dari maestro biola Idris Sardi, pertama kali dikabarkan oleh sahabatnya, Linda Yoonita, dan segera dibenarkan oleh pihak keluarga. Lewat unggahan di Instagram, Linda menyampaikan:

“Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Telah berpulang ke rahmatullah, dalam usia 56 tahun, sahabat kita, Nour Risanti binti Idris Sardi.”

Unggahan tersebut kemudian dibagikan ulang oleh Lukman Sardi. Sebelumnya, Lukman sempat mengunggah sebuah foto pintu kamar rumah sakit disertai stiker doa dan tulisan singkat: “Semangat ya mbak.” Unggahan yang kini terasa pilu dan penuh makna.

Baca Juga :    “Perjuangan Sunyi Nisya, Adik Raffi Ahmad, Melawan Tumor dan Harapan yang Tak Pernah Padam

Jenazah Santi disemayamkan di rumah duka kawasan Tanah Baru, Depok, dan rencananya akan dimakamkan pada Sabtu pagi, 9 Agustus 2025, di TPU Menteng Pulo, Jakarta Pusat.

Dari Lagu “Menabung” hingga Layar Perak: Jejak Emas Seorang Bintang Kecil

Santi Sardi bukan hanya nama—ia adalah simbol masa kecil Indonesia di era 1970-an, ketika televisi dan film mulai menjadi jendela mimpi generasi muda.

Lewat lagu legendaris “Menabung” ciptaan Titiek Puspa, suara emas Santi menghiasi layar kaca dan mengajarkan nilai hidup kepada anak-anak Indonesia. Ia adalah bagian dari arus pendidikan moral melalui seni yang sangat langka.

Tak berhenti di dunia tarik suara, Santi merambah dunia akting dan langsung mencetak prestasi. Di usia belia, ia meraih Pemeran Anak Terbaik FFI 1974 lewat film Senyum di Pagi Bulan Desember—sebuah pencapaian luar biasa yang menjadikannya pionir dalam perfilman anak.

Baca Juga :   Tokoh pencak silat dan Mantan Wagub DKI Jakarta Eddie Mardjoeki Nalapraya wafat.

Ia juga membintangi sejumlah film besar seperti:

Melawan Badai (1974)

Selalu di Hatiku (1975)

Jangan Menangis Mama

Anak-anak Tak Beribu (beradu akting dengan adiknya, Lukman Sardi, dan Ajeng Trian Sardi)

Sosok Sederhana yang Meninggalkan Jejak Mendalam

Meski telah lama meninggalkan panggung hiburan, nama Santi Sardi tetap hangat di benak para pelaku seni dan penikmat budaya Indonesia. Ia dikenang sebagai pribadi yang sederhana, penuh kasih, dan tulus dalam berkarya.

“Insya Allah almarhumah husnul khatimah. Semoga keluarga diberikan kekuatan dan keikhlasan,” ungkap Linda Yoonita.

Kepergian Santi Sardi bukan sekadar kehilangan bagi keluarga dan sahabat, melainkan juga bagi sejarah panjang seni Indonesia. Ia adalah bagian dari masa ketika lagu anak-anak mengajarkan etika, dan film mampu menyentuh nurani tanpa teknologi canggih.

Baca Juga :   Kemenkum Lantik Komisioner LMKN 2025–2028, Royalti Musik Ditargetkan Lebih Transparan dan Tepat Sasaran

Kini, panggung dunia telah ia tinggalkan, namun karya dan kenangannya akan terus hidup dalam hati bangsa.

Selamat jalan, Santi Sardi. Terima kasih telah mewarnai masa kecil Indonesia dengan cahaya yang indah.|Foto : Istimewa.

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Royalti Musik dan Keadilan Pencipta: Harapan Baru di Era Tata Kelola LMKN

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — Tata kelola royalti dalam industri musik tidak semata berbicara...

GSW Pantura Jadi Proyek Strategis Nasional, Pemerintah Siapkan Otorita Khusus

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID— Proyek Giant Sea Wall (GSW) di kawasan Pantai Utara (Pantura)...

Polemik LMKN Kembali Mengemuka, LMK Klaim Sistem Royalti Rugikan Pencipta Lagu

JAKARTA,TERMINALNEWS ID— Polemik yang menyeret nama Lembaga Manajemen Kolektif Nasional kembali...

Arca “Mbah Bhelet” Dipindahkan, Fadli Zon Tekankan Penguatan Nilai Budaya Borobudur

MAGELANG,TERMINALNEWS.ID — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri Ritual Ageng Boyongan Mbah...

- A word from our sponsors -