NEW YORK, TERMINALNEWS.ID — Para Menteri Luar Negeri dari negara-negara demokrasi utama yang tergabung dalam Group of Seven (G7) mengeluarkan peringatan tentang tindakan dan reaksi di Timur Tengah yang berpotensi menyeret wilayah tersebut ke dalam konflik yang lebih luas, tanpa ada pihak yang diuntungkan.
“Tindakan dan reaksi berisiko memperbesar spiral kekerasan yang berbahaya ini dan menyeret seluruh Timur Tengah ke dalam konflik regional yang lebih luas dengan konsekuensi yang tidak terbayangkan,” ungkap G7 dalam pernyataannya setelah pertemuan di sela-sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Mereka juga menekankan pentingnya menghentikan siklus destruktif yang sedang berlangsung, seraya mengingatkan bahwa tidak ada negara yang akan diuntungkan dari eskalasi lebih lanjut di Timur Tengah.
Belum Jelas Israel Akan Terlibat
Sementara itu, situs berita Ynet melaporkan bahwa hingga kini belum jelas apakah Israel akan terlibat dalam perang besar-besaran dengan Hezbollah, setelah serangan udara besar-besaran yang diluncurkan terhadap kelompok teror asal Lebanon tersebut.
Sumber-sumber yang akrab dengan pembahasan kabinet keamanan Israel menyebutkan bahwa tidak ada keputusan baru yang diambil dalam pertemuan tersebut, namun Israel tetap membuka peluang untuk meredakan ketegangan jika Hezbollah bersedia mencapai kesepakatan.
Meski di tengah pertempuran, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, masih dijadwalkan menghadiri Sidang Umum PBB di New York.
Netanyahu baru-baru ini mengumumkan bahwa dirinya tetap akan berangkat, meski penerbangannya ditunda hingga Rabu malam.
Hezbollah Tembakkan Sekitar 20 Roket ke Israel Utara
Dalam perkembangan lainnya, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) melaporkan bahwa Hezbollah menembakkan sekitar 20 roket ke Israel utara dalam tiga serangan terpisah.

Semua roket tersebut berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara atau jatuh di area terbuka. Pesawat-pesawat tempur Israel membalas dengan menyerang sumber-sumber peluncuran roket.
Layanan medis Magen David Adom (MDA) mengatakan bahwa salah satu ambulansnya di Lembah Jezreel rusak akibat serpihan roket selama serangan Hezbollah.
Selain itu, MDA melaporkan sedang merawat sejumlah orang yang terluka saat berlindung atau mengalami kecemasan parah, meskipun tidak ada laporan korban luka langsung akibat serangan tersebut.
Sirene peringatan roket berbunyi di berbagai wilayah di Israel utara, termasuk Afula dan Nazaret, di tengah pertempuran intensif antara pasukan Israel dan Hezbollah.
Di tempat lain, dalam pertemuan di Gedung Putih, Wakil Presiden AS, Kamala Harris dan Presiden Uni Emirat Arab, Mohammed bin Zayed membahas upaya untuk mengamankan gencatan senjata di Gaza serta kesepakatan pertukaran sandera.
Harris menegaskan pentingnya melindungi warga sipil dan memastikan bantuan kemanusiaan terus mengalir.
Mereka juga membahas konflik antara Israel dan Hezbollah serta upaya diplomatik untuk mencegah eskalasi lebih lanjut, dengan harapan masyarakat di kedua sisi perbatasan dapat kembali ke rumah mereka.

