JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — Deputi Direktur Jenderal World Intellectual Property Organization (WIPO) untuk Sektor Pengembangan Regional dan Nasional, Hasan Kleib, menegaskan tiga prioritas kerja sama Indonesia–WIPO. Hal ini disampaikan dalam Rapat Pembahasan Tindak Lanjut Kunjungan Kerja Direktur Jenderal WIPO di Gedung DJKI, Jakarta, Kamis (2/10/2025).
“Proyek pertama yaitu dukungan penyusunan National Intellectual Property Strategy (NIPS). Melalui NIPS, WIPO akan membantu Indonesia merancang strategi KI nasional yang berdampak positif pada pembangunan ekonomi, kapasitas inovatif, dan daya saing kreatif,” ujar Hasan.
Prioritas kedua adalah proyek IP and Animation. WIPO menilai potensi besar ekonomi kreatif digital Indonesia, terutama film, animasi, dan gim, perlu diperkuat dengan ekosistem yang kokoh. Proyek ini akan berlangsung 10–12 bulan dengan pendampingan pakar internasional.
Sementara itu, proyek ketiga adalah IP and Batik, yang difokuskan di Indramayu dan Cirebon. Salah satu yang disorot adalah Batik Tulis Complongan Indramayu, yang sudah terdaftar sebagai Indikasi Geografis. Melalui program pelatihan branding, desain, hingga strategi komersialisasi, batik tradisional diharapkan dapat naik kelas menjadi produk premium berdaya saing global.
Hasan menegaskan bahwa peluang Indonesia untuk memperkuat kekayaan intelektual sebagai motor pembangunan ekonomi kreatif sangat besar. “WIPO siap mendukung penuh strategi nasional KI serta mendorong sektor animasi dan batik agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.
Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual, Razilu, menyambut baik sinergi ini. Menurutnya, kolaborasi strategis dengan WIPO bukan hanya untuk memperkuat pelindungan KI, tetapi juga menjadikan KI sebagai penggerak utama ekonomi kreatif Indonesia.
Dengan tiga prioritas tersebut, Indonesia menegaskan komitmennya menjadikan KI sebagai pilar penting dalam pembangunan berkelanjutan dan peningkatan daya saing bangsa di tingkat global.|Foto : Istimewa


