JAKARTA,TERMINALNEWS.ID— Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, resmi membuka Jakarta Intellectual Property Market (JIPM) 2025 di Grand Sahid Hotel, Selasa (18/11). Sebagai ajang perdana yang menghadirkan pencipta karya intelektual (IP Creator) dan pelaku industri dalam satu ruang temu, JIPM ditargetkan menjadi motor baru penguatan komersialisasi karya kreatif Jakarta.
“Ini pertama kalinya Indonesia memiliki kegiatan yang mempertemukan pencipta IP dengan merek dan manufaktur dalam satu forum yang begitu strategis. Saya bangga berada di sini,” ujar Wagub Rano saat membuka acara.
Kualitas Karya Lokal Setara Kancah Global
Dalam peninjauannya ke area pameran, Wagub Rano mengaku terkesan dengan kualitas IP yang ditampilkan—mulai dari desain karakter, merek, hingga berbagai aset kreatif lintas sektor. Menurutnya, standar karya yang dipamerkan membuktikan bahwa kreativitas Jakarta memiliki daya saing internasional.
“Kreativitas para peserta luar biasa luas. JIPM menjadi bukti bahwa Jakarta memiliki potensi besar sebagai pusat kreativitas global,” tuturnya.
Ajang ini juga menjadi bagian dari strategi Pemprov DKI dalam menyambut usia 500 tahun Jakarta pada 2027, sekaligus mengakselerasi capaian City Index Jakarta yang naik dari peringkat 74 ke 71 dalam enam bulan terakhir. Target masuk peringkat 50 dunia pada 2030 dinilai realistis jika pembangunan ekosistem kreatif dilakukan secara konsisten.
Ajak Kreator Ikut Bangun Identitas Visual Jakarta
Pada kesempatan ini, Wagub Rano mengundang para kreator untuk turut merancang tiga identitas visual penting Pemprov DKI:
logo Jakarta,logo 500 Tahun Jakarta dan logo Enjoy Jakarta.
Ia menilai keterlibatan kreator lokal dalam identitas visual kota merupakan bentuk kolaborasi yang akan memperkuat citra Jakarta sebagai kota kreatif.
“IP adalah kekuatan baru bagi Jakarta. Dengan kolaborasi, acara seperti JIPM bisa mengangkat posisi Jakarta di mata dunia,” tegasnya.
28 Eksibitor dan 100 IP Tampilkan Potensi Besar Jakarta
JIPM 2025 menghadirkan 28 eksibitor yang memamerkan 100 karya kekayaan intelektual dari dalam dan luar negeri. Jumlah tersebut menjadi sinyal positif meningkatnya pengakuan terhadap kualitas IP lokal.
“JIPM membuka peluang besar bagi pelaku industri kreatif. Ini bentuk optimisme bahwa IP lokal semakin diakui dunia,” kata Wagub.
Komitmen Pemprov DKI Bangun Ekosistem IP Berkelanjutan
Wagub Rano menegaskan bahwa Pemprov DKI berkomitmen memperkuat ekosistem IP melalui pembukaan ruang kolaborasi baru, perluasan akses pasar, serta pendampingan kemitraan. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja sekaligus meningkatkan kontribusi ekonomi kreatif nasional.
“Ini baru awal. Jakarta sedang memancing lahirnya kreator lokal. Ke depan, bukan hanya IP Jakarta yang hadir, tetapi juga IP Indonesia,” ujarnya.
Jakarta Siapkan Komisi Film untuk Kuatkan Audio Visual
Gubernur Pramono menambahkan bahwa pasar global kini semakin terbuka bagi karya kreatif Indonesia. Jakarta, menurutnya, harus menjadi pusat pengembangan IP nasional, termasuk lewat pembentukan Komisi Film Jakarta untuk memperkuat industri kreatif berbasis audiovisual.
“Film adalah bagian dari IP. Dengan ruang seperti ini, kita mulai melihat kreator Indonesia kembali berkarya di tanah air dengan karakter mereka sendiri,” tutup Wagub Rano.|Foto : Istimewa.

