MADRID, TERMINALNEWS.ID – Video baru kembali muncul dan mengungkap sudut pandang pandang berbeda dari insiden yang menyeret Jude Bellingham usai Real Madrid tumbang 1-2 dari Manchester City pada laga Liga Champions, Rabu malam waktu setempat.
Momen tersebut sebelumnya membuat gelandang Inggris itu dihujani kritik karena diduga mengabaikan uluran tangan Rayan Cherki.
Performa Madrid Menurun, Masa Depan Xabi Alonso Disorot
Kekalahan dari City semakin memperpanjang tren negatif Real Madrid. Los Blancos hanya memenangkan dua dari delapan pertandingan terakhir di semua kompetisi. Situasi ini memicu spekulasi bahwa hubungan antara pemain dan pelatih Xabi Alonso mulai retak.
Hingga saat ini, hanya Kylian Mbappé yang dinilai tampil konsisten. Sementara Vinicius Junior dan Bellingham disebut mulai mengalami penurunan performa.
Saat laga berakhir, para pemain Madrid tampak kecewa dan kelelahan. Saat itulah insiden dengan Cherki terjadi dan memicu kontroversi.
Awalnya Dikritik, Video Baru Tunjukkan Respons Lengkap Bellingham
Dalam video yang viral di platform X, Bellingham terlihat menatap kosong ke arah lapangan dan tampak seperti mengabaikan uluran tangan Cherki. Reaksi cepat media sosial pun muncul—banyak yang menyebut Bellingham arogan dan tidak sportif.
Beberapa komentar di X menyebut:
-
“Sikapnya benar-benar buruk.”
-
“Jude selalu ingin terlihat rendah hati sampai benar-benar diuji.”
-
“Tidak berkelas. Apa susahnya menunjukkan sportivitas?”
Namun, video tersebut ternyata terpotong sebelum memperlihatkan keseluruhan kejadian. Rekaman terbaru yang beredar menunjukkan bahwa begitu Bellingham menyadari keberadaan Cherki, ia langsung memeluk gelandang Prancis tersebut sebagai bentuk penghormatan.
Video versi lengkap ini langsung mengubah persepsi publik dan meredam kritik yang sebelumnya mengarah kepadanya.
Bellingham Tetap Dukung Xabi Alonso
Di tengah rumor mengenai masa depan Xabi Alonso, Bellingham justru menunjukkan dukungan penuh kepada sang pelatih. Dalam konferensi pers seusai laga, ia menegaskan bahwa ruang ganti Madrid masih solid.
“Seratus persen saya ingin dia tetap. Pelatih sangat hebat. Saya punya hubungan yang baik dengannya, begitu juga banyak pemain lainnya,” kata Bellingham, dikutip dari The Sun.
Ia menambahkan bahwa tim telah melakukan pembicaraan internal untuk membenahi performa.
“Tidak ada yang menyerah. Tidak ada yang mengeluh. Kami menerimanya dan terus berjuang,” lanjutnya.
Ketika ditanya soal kritik terhadap performanya musim ini, Bellingham menjawab santai:
“Ini bagian dari hidup. Saya bermain untuk klub terbesar di dunia, tentu banyak tekanan. Saya tidak butuh rasa kasihan — saya sedang menjalani mimpi. Yang terpenting, saya terus melangkah dan menghadapi semuanya.”

