BerandaNewsNasionalSturman Panjaitan Tegaskan Penyusunan...

Sturman Panjaitan Tegaskan Penyusunan RUU Tentang Penyadapan Hadirkan Kepastian Hukum

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Sturman Panjaitan menegaskan bahwa penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Penyadapan bertujuan menghadirkan kepastian hukum terhadap pelaksanaan penyadapan di Indonesia.

Oleh karena itu sebagai salah satu rangkaian dalam penyusunan naskah akademik RUU Penyadapan, pihaknya menjaring aspirasi dan masukan dari berbagai instansi dan elemen Masyarakat termasuk aparat penegak hukum (APH) di Kepulauan Riau (Kepri).

“Alhamdulillah hari ini kita menyelesaikan satu tahapan dalam perancangan undang-undang, kali ini terkakit RUU Penyadapan. Saat ini kita membutuhkan undang-undang penyadapan. Karena secara umum penyadapan itu dilarang, namun untuk kepentingan penegakan hukum hal itu diperlukan. Oleh karena itu hari ini kita mendapatkan informasi, masukan, apirasi bagaimana sebenarnya penyadapan itu dilakukan, agar Masyarakat tidak dirugikan, namun penegakan hukum tetap dijalankan,” ungkap Sturman Panjaitan saat kunjungan ke Polda Kepri, Batam, Senin (6/7/2026).

Baca Juga :   Rutan Cipinang : Setetes Darah Kita, Menolong Sesama Jiwa

Politisi dari Fraksi PDI Perjuangan ini menjelaskan bahwa RUU Penyadapan ini nantinya akan mengatur secara komprehensif berbagai aspek pelaksanaan penyadapan. Mulai dari Lembaga atau instansi yang berwenang melakukan penyadapan, mekanisme pelaksanaannya, jangka waktu penyadapan, hingga jenis tindak pidana yang dapat menjadi dasar dilakukannya penyadapan.

Pasalnya, tidak semua persoalan hukum bisa dilakukan penyadapan. Penyadapan hanya akan diberlakukan terhadap tindak pidana tertentu yang memiliki dampak serius terhadap negara dan Masyarakat, serta pelanggaran hukum berat, seperti korupsi, narkoba, dan terorissme.

Dengan kata lain, Baleg ingin memastikan agar RUU Penyadapan ini mampu menjaga keseimbangan antara perlindungan hak privasi masyarakat dan efektivitas penegakan hukum. Karena itu, berbagai pengalaman aparat di lapangan menjadi bahan penting dalam penyusunan norma hukum.

Baca Juga :   11 Tahun Media Sudut Pandang, Konsisten Menjaga Integritas dan Kepercayaan Publik

Sementara itu, Kapolda Kepulauan Riau Asep Syaifudin menyampaikan apresiasi atas kunjungan Baleg DPR RI terkait penyusunan RUU Penyadapan ini. Menurutnya, kehadiran Baleg menjadi momentum bagi jajaran kepolisian untuk menyampaikan berbagai pengalaman, tantangan, dan hambatan serta kebutuhan di lapangan terkait pelaksanaan penyadapan. Termasuk ketika menangani perkara yang membutuhkan respons cepat.

ba93d337 c001 4a8c bfdb a57dbace57d8
Sturman Panjaitan Tegaskan Penyusunan RUU Tentang Penyadapan Hadirkan Kepastian Hukum

“Saya berterimakasih atas kunjungan Baleg dalam rangka audiensi RUU penyadapan. Itu berguna sekali untuk kami. Kami bisa secara langsung dapat menyampaikan hal-hal yang penting dalam penyadapan, apa saja yang bisa disadap, dan bagaimana kesulitan kami di lapangan saat melakujkan penyadapan untuk penegakan hukum. Seperti kendala teknis dan non teknis yang kami alami,” jelas Asep Syaifudin.

Diakuinya dalam praktiknya aparat kepolisian menghadapi sejumlah tantangan dalam pelaksanaan penyadapan, termasuk ketika menangani perkara yang urgent, membutuhkan waktu yang sangat cepat. Sementara terlebih dahulu harus melewati perijinan formal. Ia berharap, ijin tersebut tidak semata-mata melalui jalan formal, tetapi juga bisa dilakukan melalui komunikasi non formal, seperti lewat Hp, zoom dan lain sebagainya.

Baca Juga :   PLN UID Jakarta Raya Beri Tips Untuk Mudik Tenang Dan Nyaman

Dengan adanya RUU Penyadapan ini pihaknya berharap dapat menjadi satu payung hukum bagi jajaran kepolisian, dan tentunya APH lainnya dalam melakukan penyadapan sebagai salah satu cara pencarian alat bukti dalam penegakan hukum.

Dalam kesempatan itu Sturman juga didampingi oleh anggota Baleg DPR RI lainnya seperti Rycko Menoza, Eva Monalisa, Arif Rahman, Siti Aisyah, Karmila Sari, Melati, Kartiks Sandra Desi M. Muazzim Akbar, M. Giri Ramanda Kiemas, I Nyoman Parta, Abdullah, Jazuli, dan Edison Sitorus.

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Tottenham Siapkan Tawaran Besar untuk Cody Gakpo, Transfer Bisa Tembus Rp2,4 Triliun

TERMINALNEWS.ID, LONDON – Tottenham Hotspur terus bergerak memperkuat lini serang pada...

KI DKI Jakarta: Keterbukaan Informasi PT JIEP Perkuat Tata Kelola dan Kepercayaan Publik

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Komisi Informasi (KI) DKI Jakarta menilai keterbukaan informasi...

Tri Waluyo: Perda Pesantren Jadi Landasan Penguatan Pendidikan, Dakwah, dan Pemberdayaan Umat

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta, Tri...

Ketika Sayap Garuda Patah Lagi di Jalan Besar Malam di Jalan Besar tidak berpihak pada Garuda

BABAK PERTAMA dimulai dengan harapan. Satu gol. Keunggulan 1-0. Rasanya seperti...

- A word from our sponsors -