BerandaDaerahStasiun Semarang Tawang Jadi...

Stasiun Semarang Tawang Jadi Simpul Baru Konektivitas dan Wisata Heritage

SEMARANG,TERMINALNEWS.ID — Stasiun Semarang Tawang semakin menegaskan perannya sebagai gerbang utama konektivitas dan ikon warisan sejarah di Kota Semarang. PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI terus mengembangkan kawasan ini sebagai simpul transportasi modern yang berpadu dengan nilai heritage dan arah pembangunan berkelanjutan.

Momentum itu semakin terasa saat Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, berkunjung ke Stasiun Tawang dalam rangkaian Walking Tour menuju kawasan Kota Lama Semarang, Kamis (23/10). Kunjungan tersebut menjadi ajang memperkenalkan kembali kawasan bersejarah Tawang–Kota Lama sebagai ruang publik yang hidup dan terintegrasi dengan sistem transportasi kereta api.

Para peserta Walking Tour menelusuri jalur dari ruang utama stasiun hingga ke berbagai titik penting di kawasan heritage Kota Lama, sambil berdiskusi tentang konsep pengelolaan kawasan berkelanjutan yang ramah lingkungan dan berorientasi pada masyarakat.

Baca Juga :   Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto Pimpin Sertijab Pejabat Utama dan Kapolres Jajaran Polda Metro Jaya

Direktur Keuangan dan Umum KAI, Indarto Pamoengkas, menjelaskan bahwa pengembangan kawasan Tawang tak lepas dari dukungan Pemerintah Inggris melalui program UK PACT (Low-Carbon Cities and Transport) dan kolaborasi dengan Techne Praxis. Melalui riset bertajuk “Unlocking Opportunities for Urban Railway, Transit-Oriented Development, and Land Value Capture in the Kedungsepur Metropolitan Area”, kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat sistem transportasi publik berbasis rel di Jawa Tengah.

“Kolaborasi ini tidak hanya sebatas riset, tetapi juga menjadi langkah nyata mengoptimalkan potensi transportasi perkotaan berbasis rel yang menghubungkan Semarang, Kendal, Demak, Kabupaten Semarang, Salatiga, hingga Grobogan,” ujar Indarto.

“Dengan pendekatan Transit-Oriented Development, kami ingin menjadikan kawasan sekitar stasiun sebagai pusat aktivitas ekonomi, sosial, dan budaya yang berkelanjutan,” tambahnya.

Baca Juga :   Dirpamobvit Korsabhara Baharkam Polri Buka Wasdal Sistem Manajemen Pembangunan Obvitnas di PT Smelting

Revitalisasi Stasiun Tawang sendiri diarahkan untuk menjaga keaslian arsitektur bangunan bersejarah sekaligus meningkatkan kenyamanan pengguna. KAI menargetkan stasiun bukan sekadar tempat naik turun penumpang, tetapi juga pusat kegiatan masyarakat, wisata, dan budaya.

Data KAI menunjukkan peningkatan signifikan kinerja layanan di Stasiun Semarang Tawang sepanjang Januari–September 2025. Sebanyak 1,39 juta pelanggan naik dari stasiun ini, meningkat 7,1% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara pelanggan turun juga naik 4,7% menjadi 1,26 juta orang.

Menurut Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, tren positif ini memperlihatkan daya tarik Stasiun Tawang sebagai destinasi perjalanan sekaligus magnet aktivitas ekonomi.

“Stasiun Semarang Tawang kini tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur transportasi, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman wisata sejarah dan budaya yang bernilai,” ujarnya.

Baca Juga :   Gubernur Pramono Luncurkan Benyamin S. Award,Ajak Warga Ciptakan Jakarta Bersih, Nyaman, Indah, dan Sejahtera

Dalam kunjungan tersebut, Duta Besar Inggris juga berdialog dengan jajaran direksi KAI serta sejumlah pemangku kepentingan di bidang transportasi, tata kota, dan pelestarian cagar budaya. Diskusi berfokus pada strategi menjaga kawasan heritage agar tetap adaptif terhadap perubahan iklim dan kebutuhan masyarakat urban.

Kini, kawasan Tawang–Kota Lama semakin diakui sebagai destinasi wisata sejarah yang terintegrasi dengan layanan kereta api modern. Upaya revitalisasi yang dilakukan KAI diharapkan mampu menjadikan kawasan ini contoh nyata kota yang mampu menjaga warisan masa lalu sambil melangkah menuju masa depan berkelanjutan.

“Kami berkomitmen menjadikan Stasiun Semarang Tawang sebagai kawasan berkelanjutan yang tetap memelihara identitas sejarah kota,” tutup Anne.|Foto : istimewa

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Royalti Musik dan Keadilan Pencipta: Harapan Baru di Era Tata Kelola LMKN

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — Tata kelola royalti dalam industri musik tidak semata berbicara...

GSW Pantura Jadi Proyek Strategis Nasional, Pemerintah Siapkan Otorita Khusus

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID— Proyek Giant Sea Wall (GSW) di kawasan Pantai Utara (Pantura)...

Polemik LMKN Kembali Mengemuka, LMK Klaim Sistem Royalti Rugikan Pencipta Lagu

JAKARTA,TERMINALNEWS ID— Polemik yang menyeret nama Lembaga Manajemen Kolektif Nasional kembali...

Arca “Mbah Bhelet” Dipindahkan, Fadli Zon Tekankan Penguatan Nilai Budaya Borobudur

MAGELANG,TERMINALNEWS.ID — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri Ritual Ageng Boyongan Mbah...

- A word from our sponsors -

spot_img