TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Menteri ATR/BPN Nusron Wahid mangkir dari panggilan KPK, Rabu (7/10/2026).
Di saat yang sama, nama Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Darmawan justru makin moncer. Dua kali mangkirnya Nusron dari DPR dan satu kali dari KPK, selalu Ossy yang pasang badan.
Jubir KPK Budi Prasetyo bilang, Nusron beralasan ada agenda internal. KPK akan jadwalkan ulang karena kesaksiannya kunci untuk bongkar kasus HGB Summarecon senilai Rp106,3 Miliar.
Kasus itu adalah buntut OTT KPK 14 September lalu. Delapan tersangka sudah ditahan, empat di antaranya disebut orang kepercayaan Nusron: Arif Sugiyanto, Fahd El Fouz, Erwin, dan Muhammad Fakhry.
Sejak OTT, kursi Menteri praktis kosong. Pada 15 dan 16 September, saat Komisi II DPR memanggil, yang datang bukan Nusron, tapi Ossy Darmawan. Ketua Komisi II Rifqinizami bahkan sempat menyindir: “Biasanya berdua dengan menterinya.”
Ossy yang merupakan purnawirawan TNI dan loyalis Prabowo kini mengendalikan penuh birokrasi ATR/BPN. Di internal, ia disebut sebagai Plt. Menteri de facto.
Sumber di lingkaran Istana menyebut, jika status Nusron naik dan harus ditahan, Presiden Prabowo tidak akan lama membiarkan kursi kosong.
Nama Ossy Darmawan ada di urutan teratas untuk naik menjadi Menteri definitif. Alasannya sederhana: bersih dari OTT, paham medan, dan orangnya Presiden langsung.
Sementara bursa lain menyebut nama Ahmad Doli Kurnia dari Golkar dan Djordy Pandiangan dari relawan. Namun untuk situasi darurat, Ossy adalah yang paling siap.
Kini semua mata tertuju ke Istana. Apakah Presiden akan gas Ossy Darmawan untuk gantikan Nusron? (Tommy R. Arief)

