JAKARTA,TERMINALNEWS.ID – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) kembali menggulirkan Program Akselerasi Kreatif (AKTIF) Musik dengan memfasilitasi produksi video klip bagi talenta lokal. Kali ini, giliran musisi asal Bandung yang mendapat dukungan, yakni Ega Robot Ethnic Percussion dan Ade Astrid.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan, pihaknya berfokus pada penciptaan nilai tambah ekonomi dari subsektor musik, termasuk membuka kanal distribusi, komersialisasi karya, serta pengelolaan hak kekayaan intelektual.
“Kementerian Ekraf mengurus segala hal yang terkait nilai tambah ekonomi. Kalau di subsektor musik, maka nilai tambahnya adalah bagaimana talenta musik bisa dibukakan kanal distribusi dan komersialisasinya,” ujar Riefky dalam keterangannya.
Program AKTIF Musik sebelumnya telah menjangkau berbagai daerah di Indonesia, seperti Aceh, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Kalimantan Timur, hingga Maluku. Jawa Barat, khususnya Bandung, menjadi wilayah kesembilan yang disasar untuk mendorong investasi ekonomi kreatif serta optimalisasi karya daerah di pasar digital.
Riefky menegaskan, program ini merupakan bentuk advokasi bagi musisi lokal tingkat menengah agar mampu memahami industri musik profesional, termasuk pengelolaan hak kekayaan intelektual yang dimiliki.
Dalam program ini, Ega Robot Ethnic Percussion menggarap lagu “Napak Jagat Pasundan” dengan konsep kolaborasi etnik, sementara Ade Astrid membawakan lagu “Goyang Gerengseng” bernuansa dangdut Sunda.
Produksi video musik dilakukan pada 5–8 April 2026 di sejumlah lokasi, seperti Sanggar Seni Ega Robot, Saung Komando Ciwidey, Saung Gerengseng, hingga Tepi Gunung Nature Park. Fasilitasi mencakup seluruh proses produksi guna memastikan kualitas visual dan audio yang mampu bersaing di platform digital resmi kementerian.
Video musik “Napak Jagat Pasundan” dijadwalkan rilis pada 2 Mei 2026, sementara “Goyang Gerengseng” akan menyusul pada bulan yang sama.
Pendiri sekaligus vokalis Ega Robot Ethnic Percussion, Ega Cahyar Mulyana, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan pemerintah. Ia menilai program ini tidak hanya membantu dari sisi produksi, tetapi juga meningkatkan pemahaman konseptual serta kapasitas kelembagaan musisi daerah.
Program AKTIF Musik pun diproyeksikan menjadi salah satu penggerak baru (new engine of growth) ekonomi kreatif di Jawa Barat. Melalui pemahaman hak kekayaan intelektual, musisi lokal didorong untuk lebih mandiri dan profesional, sekaligus menginspirasi pelaku ekonomi kreatif lainnya di daerah.


