TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Sutradara Rudy Soedjarwo kembali menghadirkan kisah cinta remaja melalui film Dan Bandung. Diadaptasi dari novel karya Pidi Baiq, film ini mempertemukan Samo Rafael sebagai Basil dengan pendatang baru Shanna Shannon yang memerankan tokoh Elma.
Dalam film tersebut, Rudy Soedjarwo membawa penonton mengikuti kisah Basil, mahasiswa Seni Rupa, dan Elma, mahasiswi Farmasi yang dikenal pemalu serta introvert.
Kisah cinta keduanya bermula dari sebuah keisengan Basil. Ia membuat kaus bertuliskan “Dicari: Bidadari Bobotoh” dengan ilustrasi wajah Elma. Tak disangka, kaus tersebut menjadi viral dan membuat wajah Elma tersebar di berbagai penjuru Bandung.
Tak terima dengan ulah Basil, Elma kemudian mendatanginya. Ia meminta pria berwajah blasteran dengan rambut gondrong tersebut menghentikan aksinya.
Pertengkaran itu justru menjadi awal dari kedekatan keduanya. Rudy Soedjarwo berhasil memvisualisasikan fase jatuh cinta Basil dan Elma yang penuh warna, membuat penonton ikut merasakan berbagai emosi dalam hubungan mereka.

Ada momen yang menggemaskan, tetapi di sisi lain sejumlah adegan romansa remaja juga terasa cukup membuat penonton salah tingkah.
Namun, Dan Bandung tidak hanya berkutat pada kisah asmara Basil dan Elma. Hubungan keduanya mendapat tentangan dari ayah Elma, Wiradireja yang diperankan Donny Damara.
Wiradireja tidak menyetujui hubungan putrinya dengan Basil. Persoalannya bukan hanya mengenai perbedaan strata sosial, tetapi juga berkaitan dengan hubungan masa lalu antara dirinya dan ayah Basil, Nugraha yang diperankan Arswendy Beningswara.
Akting Donny Damara sebagai sosok ayah yang antagonis menjadi salah satu hal yang menarik. Meski tidak banyak muncul, karakter Wiradireja mampu menghadirkan aura kuat dan menegangkan dalam cerita.
Sentuhan Nostalgia Ada Apa dengan Cinta?
Salah satu bagian yang menarik perhatian dalam Dan Bandung adalah adegan menjelang akhir film. Tanpa membocorkan jalan ceritanya, terdapat sebuah momen yang berpotensi mengingatkan penonton pada film Ada Apa dengan Cinta?, khususnya adegan ketika Cinta berlari mengejar Rangga.
Kebetulan, Ada Apa dengan Cinta? juga merupakan salah satu film yang pernah disutradarai Rudy Soedjarwo.
Ketika ditanya apakah kemunculan adegan tersebut merupakan bentuk kerinduan terhadap film yang pernah digarapnya, Rudy mengatakan bahwa adegan berlari memang menjadi salah satu elemen yang ia sukai dalam film.

“Kalau lari itu sebenarnya buat saya, saya tuh suka ada lari di film,” ujar Rudy Soedjarwo.
Meski demikian, Rudy menegaskan bahwa kemiripan tersebut bukan berarti dirinya sengaja menghadirkan kembali Ada Apa dengan Cinta? dalam Dan Bandung.
Ia justru mengaku terinspirasi oleh berbagai film cinta Indonesia yang pernah ditontonnya sejak kecil.
“Tiba-tiba somehow, semua yang saya tonton, film cinta Indonesia yang saya pernah dengar, tahu, dan nonton dari kecil, itu kembali semua. Mau Ada Apa dengan Cinta?, mau siapa yang waktu itu pernah bikin saya gemas, pernah bikin saya ini segala macam,” kata Rudy.
Dengan perpaduan kisah cinta remaja, konflik keluarga, serta sentuhan nostalgia terhadap film-film romantis Indonesia, Dan Bandung menawarkan pengalaman yang tidak sekadar mengandalkan kisah asmara Basil dan Elma.
Penasaran dengan perjalanan cinta keduanya? Film Dan Bandung akan tayang di bioskop mulai 20 Agustus 2026. (LEN)

