BerandaNasionalPresiden Prabowo: “Tak Ada...

Presiden Prabowo: “Tak Ada Tempat bagi Serakahnomics di Sektor Pangan”

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah memperkuat ketahanan pangan dan melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai investasi jangka panjang bagi generasi emas Indonesia. Pesan ini disampaikan dalam Pidato Kenegaraan di Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI, Jumat (15/8), di Gedung Nusantara, Jakarta.

Menurut Presiden, dalam tujuh bulan pelaksanaannya, MBG telah menjangkau 20 juta penerima manfaat — mulai dari anak sekolah, anak prasekolah, hingga ibu hamil dan menyusui. Program ini melibatkan berbagai pihak, dari TNI, Polri, ormas keagamaan seperti NU dan Muhammadiyah, hingga koperasi, yayasan, dan masyarakat desa.

“MBG bukan hanya program sosial, ini adalah investasi masa depan bangsa yang diakui PBB. Kehadiran anak di sekolah meningkat, prestasi naik, dan ekonomi desa tumbuh,” ujar Prabowo.

Baca Juga :   Senja di Jl. Danau Gelinggang

Data pemerintah menunjukkan MBG telah membentuk 5.800 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di 38 provinsi, menciptakan 290.000 lapangan kerja baru di dapur-dapur program, serta memberdayakan 1 juta petani, nelayan, peternak, dan pelaku UMKM.

Di sektor pangan, Presiden mengungkapkan sejumlah capaian strategis, termasuk pembukaan jutaan hektare sawah baru di Kalimantan, Sumatera, dan Papua, serta pemangkasan birokrasi penyaluran pupuk agar langsung diterima petani. Hasilnya, Indonesia kini mencatat surplus beras dengan cadangan nasional lebih dari 4 juta ton — tertinggi dalam sejarah.

“Untuk pertama kalinya dalam puluhan tahun, kita kembali mengekspor beras dan jagung. Harga gabah stabil, petani tersenyum, pendapatan meningkat,” kata Presiden.

Prabowo juga menegaskan sikap tegas terhadap praktik curang di sektor pangan, termasuk penimbunan dan manipulasi harga. Ia menyebut tidak ada ruang bagi pihak-pihak yang mempraktikkan “serakahnomics” — mencari untung besar dengan mengorbankan kebutuhan rakyat.

Baca Juga :   Wapres Gibran dan Kepala BNPB Tinjau Banjir Bekasi, Pastikan Bantuan Cepat Tersalurkan

“Penggilingan beras skala besar wajib punya izin khusus. Kalau tidak, silakan pindah ke sektor lain. Jangan bermain di atas kebutuhan dasar rakyat Indonesia,” tegasnya.

Pernyataan Presiden ini menjadi penegasan bahwa kebijakan pangan pemerintah tidak hanya soal produksi dan distribusi, tetapi juga soal keadilan dan kedaulatan pangan demi kesejahteraan rakyat. | Foto : Istimewa

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Royalti Musik dan Keadilan Pencipta: Harapan Baru di Era Tata Kelola LMKN

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — Tata kelola royalti dalam industri musik tidak semata berbicara...

GSW Pantura Jadi Proyek Strategis Nasional, Pemerintah Siapkan Otorita Khusus

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID— Proyek Giant Sea Wall (GSW) di kawasan Pantai Utara (Pantura)...

Polemik LMKN Kembali Mengemuka, LMK Klaim Sistem Royalti Rugikan Pencipta Lagu

JAKARTA,TERMINALNEWS ID— Polemik yang menyeret nama Lembaga Manajemen Kolektif Nasional kembali...

Arca “Mbah Bhelet” Dipindahkan, Fadli Zon Tekankan Penguatan Nilai Budaya Borobudur

MAGELANG,TERMINALNEWS.ID — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri Ritual Ageng Boyongan Mbah...

- A word from our sponsors -

spot_img