BerandaNewsNasionalPramono Anung Tegaskan Budaya...

Pramono Anung Tegaskan Budaya Betawi Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

◾️Dari Balai Kota hingga Monas, Pramono Arusutamakan Identitas Betawi

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID-| Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan kebudayaan Betawi tetap menjadi fondasi utama dalam transformasi Jakarta menuju kota global. Penegasan itu disampaikan saat menghadiri silaturahmi dan berbuka puasa bersama Majelis Kaum Betawi (MKB) di Masjid Jami Tangkuban Perahu, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (2/3).

Menurut Pramono, penguatan identitas Betawi tidak boleh berhenti pada simbolik, melainkan harus diwujudkan secara konkret dalam kebijakan serta aktivitas pemerintahan. Ia memastikan nuansa budaya Betawi hadir dalam berbagai kegiatan resmi di Balai Kota.

“Di Balai Kota, seluruh kegiatan resmi, termasuk pelantikan, menggunakan busana adat Betawi. Ini bentuk penghormatan dan penguatan identitas Jakarta,” ujarnya.

Baca Juga :   BAZNAS Latih Santri Jadi Pelaku Digital Marketing Sektor Travel Haji dan Umrah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menggelar pelatihan Bootchamp Santripreneur di bidang digital marketing travel haji dan umrah, yang diselenggarakan di Jakarta, pada Senin (6/1/2025). Pelatihan ini merupakan upaya BAZNAS dalam memberdayakan ekonomi mustahik pada lingkup santri dan alumni pondok pesantren di sektor wisata halal, khususnya haji dan umrah. Pelatihan sekaligus kompetisi ini melibatkan 50 peserta terpilih yang terdiri atas santri tingkat akhir dan alumni pondok pesantren dari seluruh Indonesia yang telah lolos seleksi ketat. Turut hadir dalam pembukaan pelatihan, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., Deputi 2 BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. H.M. Imdadun Rahmat, M.Si., serta Ketua Pembina Yayasan Pesantren Bina Cendekia Drs. KH Nur Syamsudin MA. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., dalam sambutannya menyampaikan, pentingnya peran santri dalam mendukung pertumbuhan sektor wisata halal. “Santri memiliki keunggulan spiritual dan dedikasi tinggi yang menjadi nilai tambah dalam pengelolaan travel haji dan umrah,” ujar Saidah. Lanjut Saidah, dalam pelatihan yang berlangsung selama lima hari pada 6-10 Januari 2025, para peserta akan dibekali keterampilan digital marketing seperti Search Engine Optimization (SEO), Search Engine Marketing (SEM), Content Marketing, Social Media Marketing, Influencer Marketing, Email Marketing, hingga E-commerce Integration. "Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan santri dalam pemasaran digital, sehingga mereka dapat memanfaatkan peluang besar di sektor perjalanan haji dan umrah," ucap Saidah. Menurutnya, program ini menjadi bukti nyata komitmen BAZNAS dalam memajukan kesejahteraan umat melalui pemberdayaan ekonomi pesantren. Saidah mengungkapkan, dengan populasi Muslim Indonesia yang mencapai 87 persen, animo masyarakat terhadap ibadah haji dan umrah akan terus meningkat setiap tahun. "Kami ingin memastikan santri dapat mengambil peran strategis di sektor ini, dengan memanfaatkan keterampilan digital marketing untuk memperkuat layanan mereka,” kata Saidah. Saidah turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah terpilih dalam program ini. “Selamat kepada 50 peserta terbaik. Ini adalah langkah awal untuk masa depan yang lebih cerah. Dengan mengikuti pelatihan ini, kalian tidak hanya akan mendapatkan ilmu, tetapi juga kesempatan untuk membawa keberkahan bagi umat,” ucap Saidah. Sementara itu, Deputi 2 BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. H.M. Imdadun Rahmat, M.Si. menyampaikan, program ini merupakan bagian dari upaya strategis BAZNAS untuk mencetak generasi santri yang tangguh dan mandiri. "Entrepreneurship sangat penting bagi santri. Dengan akses, bimbingan, serta keterampilan yang memadai, mereka mampu menjadi penggerak perekonomian umat," ujar Imdadun. Ia juga menambahkan, potensi besar sektor travel haji dan umrah, seiring meningkatnya minat masyarakat Muslim Indonesia, menjadi peluang yang harus dimanfaatkan oleh para santri. Sejak diluncurkan tahun 2022, lanjut Imdadun, hingga kini program BAZNAS Santripreneur telah memberikan manfaat kepada lebih dari 1.000 santri di 26 provinsi. Menurutnya, pelatihan program BAZNAS Santripreneur ini berpotensi besar meningkatkan pendapatan bagi peserta yang merupakan para pelaku usaha dari kalangan santri dan lulusan pondok pesantren, khususnya di bidang travel wisata halal yang mengikutinya. Imdadun menyampaikan, program ini tidak hanya berfokus pada keterampilan ekonomi, tetapi juga membawa misi besar dalam memperkuat syiar zakat di masyarakat. Dengan mencetak santri yang mandiri secara ekonomi, BAZNAS berharap dapat mengubah para santri dari penerima zakat (mustahik) menjadi pemberi zakat (muzaki). "Inilah esensi dari pemberdayaan ekonomi berbasis zakat, yaitu menciptakan individu yang mandiri, berdaya, dan membawa manfaat bagi umat," jelas Imdadun. "Kami yakin pelatihan ini akan memberikan hasil yang lebih baik lagi, sekaligus menciptakan peluang usaha baru di sektor wisata halal," tambahnya***(DaBon)

Sebagai langkah strategis mengangkat budaya Betawi, Pramono mengaku telah berkoordinasi dengan Ketua Umum Bamus Betawi, Fauzi Bowo, terkait rencana revitalisasi Museum Mohammad Hoesni Thamrin di Senen, Jakarta Pusat. Revitalisasi tersebut ditargetkan menjadikan museum sebagai pusat edukasi sejarah Betawi yang representatif dan menarik bagi pelajar maupun masyarakat.

“Saya sudah memutuskan untuk Museum Hoesni Thamrin akan kita revitalisasi. Biayanya Rp15 miliar. Saya ingin museum ini menjadi destinasi unggulan Jakarta, terutama bagi para pelajar, selain Monas, Ancol, dan Taman Mini,” kata Pramono.

Ia merujuk sejumlah destinasi populer seperti Monumen Nasional (Monas), Taman Impian Jaya Ancol (Ancol), dan Taman Mini Indonesia Indah sebagai contoh kawasan yang selama ini menjadi tujuan utama wisata edukasi dan rekreasi di ibu kota.

Baca Juga :   Kemenag Gelar Mudik Gratis dan Siapkan Ribuan Masjid Ramah Pemudik

Selain revitalisasi museum, Pemprov DKI juga menyiapkan sejumlah langkah konkret untuk memperkuat tradisi dan nilai kebudayaan Betawi. Di antaranya penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) secara berjenjang mulai tingkat RT/RW hingga provinsi, pelaksanaan Haul Ulama Betawi dalam rangkaian HUT DKI Jakarta di Monas, serta penataan pertunjukan ondel-ondel agar tampil di panggung resmi dan representatif, bukan lagi di pinggir jalan.

Pramono menilai silaturahmi di Masjid Jami Tangkuban Perahu menjadi momentum penting untuk menumbuhkan nilai keagamaan sekaligus mempererat kebersamaan warga Betawi.

“Betawi sebagai akar budayanya. Maka peran Majelis Kaum Betawi sangat strategis dalam menjaga warisan nilai seiring transformasi Jakarta sebagai kota global yang tetap berpijak pada fondasi budaya dan moral yang kokoh,” ucapnya.

Baca Juga :   Noe Letto Dilantik Jadi Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional

Ia berharap Majelis Kaum Betawi terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga moralitas sosial serta membina generasi muda agar tetap berakar pada nilai-nilai Betawi. Pemprov DKI, lanjutnya, berkomitmen memperluas ruang bagi kegiatan keagamaan dan kebudayaan guna menciptakan Jakarta yang hangat dan harmonis.

“Sebagai gubernur, harapan, keinginan, doa saya, semoga Majelis Kaum Betawi ini menjadi satu budaya yang rukun, guyub, dan berperan signifikan bagi kemajuan kaum Betawi. Saya ingin tradisi Betawi ini bisa dipanggungkan ke panggung-panggung dunia,” pungkasnya.|Sumber Dinas Kominfotik

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Royalti Musik dan Keadilan Pencipta: Harapan Baru di Era Tata Kelola LMKN

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — Tata kelola royalti dalam industri musik tidak semata berbicara...

GSW Pantura Jadi Proyek Strategis Nasional, Pemerintah Siapkan Otorita Khusus

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID— Proyek Giant Sea Wall (GSW) di kawasan Pantai Utara (Pantura)...

Polemik LMKN Kembali Mengemuka, LMK Klaim Sistem Royalti Rugikan Pencipta Lagu

JAKARTA,TERMINALNEWS ID— Polemik yang menyeret nama Lembaga Manajemen Kolektif Nasional kembali...

Arca “Mbah Bhelet” Dipindahkan, Fadli Zon Tekankan Penguatan Nilai Budaya Borobudur

MAGELANG,TERMINALNEWS.ID — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri Ritual Ageng Boyongan Mbah...

- A word from our sponsors -