BerandaNewsNasionalPop Mart Bidik Indonesia,...

Pop Mart Bidik Indonesia, Menteri Ekraf Siapkan Panggung Dunia untuk Kreator Lokal

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID– Raksasa mainan koleksi asal Tiongkok, Pop Mart International Group, resmi melirik Indonesia sebagai pasar strategis sekaligus sumber inspirasi baru. Dalam audiensi bersama Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya di Jakarta, dibahas rencana kolaborasi besar untuk mengangkat kekayaan intelektual (IP) lokal ke panggung global.

“Rencana Pop Mart menghadirkan proyek pengalaman IP ikonik di Indonesia sejalan dengan misi kami membangun ekosistem kreatif berbasis IP. Ini saatnya budaya dan talenta lokal menembus pasar dunia,” tegas Teuku Riefky.

Tiga bidang kerja sama pun diidentifikasi: pembangunan proyek pengalaman IP di dalam negeri, pengembangan jangka panjang industri kreatif berbasis IP, dan peluang business match yang memungkinkan IP Indonesia diproduksi sebagai koleksi Pop Mart.

Baca Juga :   Kisah Sukses Yohati: Peran Koperasi dan Dana Bergulir Memberdayakan UMKM

Pop Mart sendiri bukan pemain biasa. Dengan lebih dari 500 toko di 30+ negara, 2.300 roboshop, dan 50 juta anggota, perusahaan ini memiliki sederet IP populer seperti Molly, Dimoo, Hirono, Skullpanda, dan Labubu. Selain mainan koleksi, Pop Mart menggarap lini perhiasan, taman hiburan Pop Land, pameran Pop Toy Show, hingga kafe bertema di Bangkok. Targetnya, 54 toko Pop Mart akan hadir di Indonesia akhir 2025.

“Kami sangat tertarik memadukan budaya lokal Indonesia dengan strategi kreatif Pop Mart,” ungkap Direktur Pemasaran Pop Mart International Group, Eva Zhao. Sinyal terbuka ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi seniman dan kreator Tanah Air untuk menjangkau jutaan kolektor global.

Baca Juga :   Kolaborasi Kemenkraf dan Lembaga Sensor Film, Untuk Perkuat Industri Perfilman Nasional

Pemerintah menegaskan, langkah ini tidak hanya soal bisnis, tetapi juga pemerataan pertumbuhan ekonomi kreatif di seluruh wilayah. Hadir dalam audiensi sejumlah tokoh industri kreatif seperti Co-Founder & CEO Genexyz Belinda Luis, CEO Future Creative Network Ivan Hadiwibowo, dan jajaran pejabat Kementerian Ekraf.

Dengan kolaborasi ini, Indonesia berpeluang tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga rumah lahirnya IP ikonik yang bisa bersaing di etalase dunia.| Foto : Istimewa.

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Royalti Musik dan Keadilan Pencipta: Harapan Baru di Era Tata Kelola LMKN

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — Tata kelola royalti dalam industri musik tidak semata berbicara...

GSW Pantura Jadi Proyek Strategis Nasional, Pemerintah Siapkan Otorita Khusus

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID— Proyek Giant Sea Wall (GSW) di kawasan Pantai Utara (Pantura)...

Polemik LMKN Kembali Mengemuka, LMK Klaim Sistem Royalti Rugikan Pencipta Lagu

JAKARTA,TERMINALNEWS ID— Polemik yang menyeret nama Lembaga Manajemen Kolektif Nasional kembali...

Arca “Mbah Bhelet” Dipindahkan, Fadli Zon Tekankan Penguatan Nilai Budaya Borobudur

MAGELANG,TERMINALNEWS.ID — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri Ritual Ageng Boyongan Mbah...

- A word from our sponsors -