BerandaNewsNasionalPlt Ketua Umum PWI...

Plt Ketua Umum PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Berikan Pandangan Terkait Pelaksanaan Kongres Luar Biasa PWI

JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang, memberikan pandangan terkait pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) PWI.

Menurut Zulmansyah Sekedang, terdapat dua penyebab utama yang memungkinkan pelaksanaan KLB sesuai Peraturan Rumah Tangga (PRT) PWI.

Pertama, Pasal 10 ayat 7 menyatakan bahwa jika Ketua Umum (Ketum) berhalangan tetap, maka Plt ditunjuk dalam Rapat Pleno untuk menyiapkan KLB dalam waktu enam bulan guna memilih Ketum dan Ketua Dewan Kehormatan (DK) yang baru.

“Kedua, Pasal 28 ayat 1 dan 2 mengatur bahwa KLB harus diusulkan oleh sekurang-kurangnya 2/3 jumlah provinsi jika Ketum menjadi terdakwa kasus yang merendahkan harkat dan martabat profesi wartawan,” ungkap Zulmansyah Sekedang.

Baca Juga :   Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Cerah Berawan hingga Hujan Ringan, Suhu Capai 33 Derajat

Zulmansyah Sekedang menyoroti perbedaan mendasar antara kedua pasal tersebut. KLB berdasarkan Pasal 10 ayat 7 tidak memerlukan usulan dari 2/3 PWI Provinsi, sementara KLB berdasarkan Pasal 28 harus diusulkan oleh 2/3 PWI Provinsi.

Namun, untuk legitimasi yang lebih kuat, minimal 50 persen plus satu dari PWI Provinsi harus hadir dalam KLB.

Situasi di PWI Pusat saat ini terpecah menjadi tiga kelompok: pro-KLB, kontra-KLB, dan kelompok netral.

Kelompok pro-KLB, yang dipimpin oleh Sasongko Tedjo dan Nurcholis MA Basyari, telah memutuskan pemberhentian penuh terhadap Hendry Ch Bangun (HCB) dari keanggotaan PWI dan menyerukan pelaksanaan KLB dengan alasan Ketum PWI berhalangan tetap.

“Pemberhentian HCB bermula dari kasus cashback dana bantuan UKW dari Forum Humas BUMN, di mana dana sebesar Rp1,08 miliar telah dikembalikan ke rekening PWI setelah proses panjang. Keputusan ini didukung oleh Dewan Penasihat PWI dan senior PWI lainnya,” kata Zulmansyah Sekedang.

Baca Juga :   Ketua Umum PWI Pusat Hadir Di Acara Puncak Anugerah Jurnalistik Mohammad Hoesni Thamrin 2024

Sebaliknya, kelompok kontra-KLB yang dipimpin oleh HCB menyatakan keputusan DK PWI Pusat tidak sah dan membatalkan pemberhentian HCB melalui Surat Edaran PWI Pusat.

Tindakan ini dianggap melanggar PRT PWI Pasal 21 ayat 2 yang menyebutkan bahwa keputusan Dewan Kehormatan adalah final dan tidak bisa banding.

“Perseteruan semakin memanas ketika kelompok yang dijatuhi sanksi organisasi membawa masalah ini ke ranah hukum. Mantan Sekjen Sayid Iskandarsyah menggugat delapan pengurus DK PWI di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, sementara HCB melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya,” ungkapnya.

Zulmansyah Sekedang menegaskan bahwa KLB adalah solusi terbaik untuk menyelesaikan perseteruan ini dan mengajak seluruh pengurus PWI Provinsi untuk segera menggelar KLB.

Baca Juga :   PWI Jaya: Hendry Ch Bangun Bukan Anggota PWI Lagi

“KLB adalah solusi,” tutup Zulmansyah Sekedang.

 

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Anggota Kongres AS Minta Presiden FIFA Gianni Infantino Bersaksi soal Hubungannya dengan Donald Trump

TERMINALNEWS.ID, WASHINGTON — Hubungan Presiden FIFA Gianni Infantino dengan Presiden Amerika...

Mitchell Lee Baker HA-TRIK! GARUDA PESTA 5-1, ERA HERDMAN DIMULAI MANIS DI PAKANSARI

TERMINALNEWS.ID, BOGOR — Stadion Pakansari bergemuruh. Era baru Timnas Indonesia di...

Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution Meninggalkan Ruang Rapat Paripurna DPRD Sumut, Ini Kata Politisi Nasdem Sumut

NasDem : Hentikan Sikap Arogansi Gubernur Sumut Medan – Keputusan Gubernur Sumut...

Taksi Gelap Viral di Medsos Diduga Rugikan Penumpang, Kepala Terminal Kalideres Imbau Gunakan Angkutan Resmi

Laporan wartawan Terminalnews.id/Budi Utomo TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Viral di media sosial sebuah...

- A word from our sponsors -