JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — PT Pertamina (Persero) menjadikan keberhasilan pelaksanaan Satuan Tugas Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Satgas Nataru) sebagai pijakan awal dalam mempersiapkan pengamanan energi pada momen Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah yang dinilai lebih kompleks.
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius mengatakan, pengalaman selama Satgas Nataru menjadi bahan evaluasi penting untuk memperkuat strategi layanan dan distribusi energi pada periode konsumsi puncak berikutnya.
“Satgas Nataru memberikan gambaran nyata kesiapan sistem Pertamina dalam menghadapi lonjakan permintaan energi. Ini akan menjadi referensi utama dalam menyiapkan Satgas Ramadan dan Idulfitri,” ujar Simon saat penutupan Satgas Nataru di Jakarta, Kamis (15/1).
Menurutnya, keberhasilan pengamanan pasokan energi selama libur akhir tahun ditopang oleh kesiapan infrastruktur, pengelolaan logistik yang terukur, serta sistem monitoring harian yang memungkinkan pengambilan keputusan secara cepat. Selain itu, koordinasi lintas fungsi dan subholding dinilai menjadi faktor penentu kelancaran operasional.
Selama periode Satgas Nataru 13 November 2025 hingga 11 Januari 2026, Pertamina mencatat adanya peningkatan konsumsi pada sejumlah produk energi. Konsumsi BBM jenis gasoline meningkat sekitar 1 persen dibandingkan rata-rata konsumsi September Oktober 2025, sementara gasoil relatif stabil.
Kenaikan signifikan terjadi pada Avtur yang tumbuh sekitar 4 persen, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan kebijakan diskon Avtur Pertamina di 37 bandara guna mendukung stabilitas harga tiket pesawat. Konsumsi LPG juga meningkat 4 persen, didorong oleh aktivitas rumah tangga dan sektor perhotelan serta kuliner selama libur panjang.
Pertumbuhan turut tercatat pada layanan distribusi, baik melalui peningkatan operasional kapal pengangkut energi maupun penyaluran gas melalui jaringan gas yang tumbuh hingga 14 persen dibandingkan periode Satgas Nataru tahun sebelumnya.
Simon menilai, tantangan pada Ramadan dan Idulfitri mendatang diperkirakan lebih besar karena lonjakan mobilitas masyarakat yang lebih masif dan terjadi secara nasional. Oleh karena itu, Pertamina akan melakukan persiapan lebih awal dengan memperkuat keandalan sarana dan fasilitas, meningkatkan layanan digital, serta memperdalam sistem analisis data untuk menjaga kelancaran pasokan.
“Komitmen kami memastikan energi tetap tersedia secara aman dan berkelanjutan, terutama pada momen-momen krusial bagi masyarakat,” tutup Simon.
Penutupan Satgas Nataru turut dihadiri jajaran Direksi Pertamina serta pimpinan subholding.


