TERMINALNEWS.ID, BEKASI — Senyum dan kepedulian menjadi modal dalam kegiatan Eddie Karsito Ketua Umum Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan dalam pendampingan terhadap para pemulung dan pengamen yang hidup di jalanan.
Kegiatan dilakukan dengan mendatangi mereka secara langsung, mulai dari kawasan jalanan, atas jembatan, hingga gubuk atau shelter tempat mereka tinggal.
“Selain menyapa dan memberikan perhatian, kegiatan tersebut juga difokuskan pada pendataan ulang warga yang belum memiliki dokumen kependudukan, khususnya Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK),” ungkap Eddie Karsito, Kamis (27/8/2026).

Pendampingan ini diakui Eddie Karsito menjadi penting karena masih ada masyarakat yang hidup dalam kondisi kemiskinan struktural. Bahkan, untuk memenuhi kebutuhan administratif paling dasar seperti memiliki KK dan KTP pun mereka menghadapi berbagai kendala.
“Jangankan punya harta benda, mobil, rumah dan tanah, Kartu Keluarga dan KTP saja mereka tak punya. Memprihatinkan,” tutur Eddie Karsito.

Kondisi itu mendorong upaya Eddie Karsito dan Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan agar hak dasar masyarakat untuk memiliki dokumen kependudukan dapat terpenuhi.
“Dokumen tersebut bukan sekadar administrasi, tetapi menjadi pintu bagi masyarakat untuk mengakses berbagai layanan publik,” tandas Eddie Karsito.
Persoalan administrasi kependudukan diakui Eddie Karsito juga berdampak pada anak-anak mereka. Minimnya literasi mengenai prosedur pembuatan KK dan KTP membuat sebagian keluarga kesulitan mengurus akta kelahiran anak.

“Padahal, dokumen kependudukan tersebut memiliki keterkaitan dengan kebutuhan pendidikan. Anak-anak yang kini telah didaftarkan bersekolah membutuhkan identitas kependudukan untuk mendukung kelengkapan administrasi pendidikan,” jelas Eddie Karsito.
Salah satunya dijelaskan Eddie Karsito adalah Nomor Induk Siswa Nasional (NISN). Dalam proses pendataan peserta didik, data kependudukan menjadi bagian penting, termasuk Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tercantum dalam dokumen kependudukan anak.

“Karena itu, pendampingan terhadap masyarakat di jalanan tidak hanya berhenti pada persoalan pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Upaya tersebut juga menyentuh aspek administrasi, pendidikan, serta pemenuhan hak dasar sebagai warga negara,” papar Eddie Karsito yang juga kakek dari dua cucu ini.
Kegiatan itu diakui Eddie Karsito sekaligus menjadi pengingat bahwa persoalan kemiskinan tidak selalu sebatas soal penghasilan. Ketidakmampuan mengakses informasi dan layanan administrasi dapat membuat masyarakat semakin sulit keluar dari berbagai persoalan sosial yang mereka hadapi.
“Terima kasih Allah SWT yang telah mengaruniai kami kesehatan dan kesempatan untuk melayani. Setiap hari selalu ada kebaikan dan berbuat baiklah setiap hari,” kata Eddie Karsito.


