LONDON, TERMINALNEWS.ID – Musim 2025/26 Premier League kini memasuki fase krusial. Memasuki periode penentuan atau business end, seluruh 20 klub mulai merasakan tekanan dalam perburuan gelar maupun menghindari degradasi.
Saat artikel ini ditulis (22 Februari 2026), tim asuhan Mikel Arteta, Arsenal, tampil impresif dan memimpin klasemen dalam upaya mengakhiri puasa gelar liga.
Di sisi lain, Liverpool besutan Arne Slot justru kesulitan menjaga konsistensi, meski telah menggelontorkan dana belanja musim panas sebesar £400 juta atau sekitar Rp8 triliun (kurs Rp20.000 per poundsterling).
Sementara itu, Manchester City racikan Pep Guardiola dan Aston Villa yang ditangani Unai Emery siap menjadi batu sandungan dalam pesta gelar di Emirates Stadium.
Klasemen Sementara Premier League (per 22/02/2026)
-
Arsenal – 61 poin (28 laga)
-
Manchester City – 56 poin (27 laga)
-
Aston Villa – 51 poin (27 laga)
Meski Arsenal memimpin, sejarah menunjukkan segalanya masih mungkin terjadi. Keajaiban Leicester City pada musim 2015/16 menjadi bukti nyata bahwa persaingan bisa berubah drastis di fase akhir.

Berdasarkan analisis GIVEMESPORT yang menghitung rata-rata posisi lawan tersisa, Manchester City memiliki jadwal paling sulit, disusul Arsenal, sementara Aston Villa relatif paling ringan.
City terus menempel Arsenal di puncak klasemen. Ketajaman Erling Haaland di lini depan menjadi tumpuan utama, meski mereka dituntut tampil lebih solid di lini belakang.
Dalam tiga laga terdekat, City diprediksi mampu meraih poin penuh atas Leeds United, Nottingham Forest, dan West Ham United.
Statistik menarik: Manchester City menjadi satu-satunya klub dalam sejarah Premier League yang menjuarai liga empat musim beruntun (2020/21 hingga 2023/24).
Namun ujian sesungguhnya datang setelah itu. City harus bertandang ke markas Chelsea di Stamford Bridge sebelum menjamu Arsenal di Etihad Stadium pada 18 April 2026 — laga yang bisa menjadi penentu gelar.
Setelah duel panas tersebut, City menghadapi laga tandang melawan Burnley dan Everton, lalu menjamu Brentford dan Aston Villa pada pekan terakhir. Rata-rata posisi lawan tersisa City adalah 10,5 — paling sulit di antara tiga kandidat.
Arsenal telah memenangkan 18 dari 28 laga awal musim ini. Pertahanan solid menjadi kekuatan utama mereka, meski efektivitas lini depan — termasuk performa Viktor Gyökeres — bisa menjadi faktor penentu dalam perburuan gelar.
Di atas kertas, jadwal Arsenal sedikit lebih ringan dibanding City. Setelah menghadapi Chelsea, mereka akan berhadapan dengan Brighton & Hove Albion, Everton, Bournemouth, Manchester City, dan Newcastle United.
Memasuki Mei, jadwal Arsenal relatif lebih bersahabat dengan menghadapi Fulham, West Ham, Burnley, dan Crystal Palace.
Rata-rata posisi lawan tersisa Arsenal adalah 11,0.
The Gunners memburu gelar Premier League pertama sejak musim 2003/04.
Aston Villa sempat diragukan setelah gagal menang dalam lima laga awal musim. Namun kini mereka justru menjadi kuda hitam dalam perburuan gelar.

Meski tertinggal 10 poin dari Arsenal, peluang Villa tetap terbuka — apalagi mereka memiliki rata-rata posisi lawan tersisa 11,8, paling mudah di antara tiga tim teratas.
Villa akan menghadapi Wolverhampton Wanderers, Chelsea, Manchester United, hingga Sunderland dalam beberapa pekan ke depan.
Namun, penentuan sesungguhnya ada di akhir musim. Mereka harus menghadapi Liverpool di Villa Park sebelum bertandang ke Etihad Stadium melawan Manchester City pada pekan terakhir.
Jika mampu menjaga konsistensi, bukan tidak mungkin Emery kembali menciptakan kejutan besar dalam sejarah Premier League.
Dengan jadwal yang semakin mengerucut dan jarak poin yang masih bisa dikejar, persaingan gelar Premier League 2025/26 dipastikan berlangsung dramatis hingga pekan terakhir.

