AL MANAMAH, TERMINALNEWS.ID – Peluang juara Formula 1 2026 mengalami perubahan besar setelah hari terakhir uji coba pramusim di Sirkuit Bahrain.
Pada Jumat sore, rangkaian tes pramusim Formula 1 2026 resmi berakhir setelah sesi terakhir di Bahrain International Circuit. Dengan regulasi baru yang mulai diterapkan musim ini, seluruh tim F1 mendapat waktu tiga minggu untuk menguji mobil anyar mereka di Barcelona dan Bahrain.
Usai rangkaian tes tersebut, Mercedes-AMG Petronas Formula One Team sempat disebut-sebut sebagai tim yang paling siap menghadapi musim baru. Mesin kontroversial mereka diyakini memberi keunggulan signifikan di atas para rival.
Namun, hari terakhir pengujian di Bahrain justru membuat peta persaingan berubah, terutama setelah performa mengejutkan dari Scuderia Ferrari.
Pebalap asal Monako, Charles Leclerc, tampil impresif di hari terakhir tes. Ia mencatatkan waktu tercepat dengan 1 menit 31,992 detik serta menyelesaikan 132 lap.
Musim 2025 menjadi musim yang sulit bagi Ferrari. Leclerc dan rekan setimnya, Lewis Hamilton, gagal meraih satu pun kemenangan dan hanya finis di posisi kelima serta keenam klasemen akhir.
Namun, performa pramusim memberi harapan baru. Sebelum tes di Bahrain, rumah taruhan Sky Bet memasang Leclerc dengan odds 20/1 untuk menjadi juara dunia 2026. Jika dikonversi ke format desimal, itu setara dengan 21,00 atau peluang sekitar 4,76%.
Sementara itu, Hamilton dibanderol 25/1 (26,00 dalam format desimal), atau peluang sekitar 3,85% untuk meraih gelar kedelapan sepanjang kariernya.

Setelah performa impresif di Bahrain, peluang Leclerc melonjak drastis menjadi 11/2 (6,50 dalam format desimal), atau sekitar 15,38%. Hamilton juga mengalami kenaikan signifikan menjadi 7/1 (8,00 dalam format desimal), setara peluang 12,5%.
Lonjakan ini tak lepas dari performa solid Leclerc serta aksi Hamilton yang sempat mencuri perhatian ketika menyalip tiga pebalap lain—termasuk beberapa yang berada hingga empat baris di depannya—dalam sesi latihan start.
Kepala tim Ferrari, Frédéric Vasseur, mengaku puas dengan program pengujian yang dijalani timnya.
Menurutnya, target utama Ferrari adalah mengumpulkan data sebanyak mungkin dan meningkatkan performa dari sesi ke sesi. Meski demikian, ia menegaskan bahwa hasil tes belum bisa menjadi tolok ukur pasti karena setiap tim bisa menggunakan level bahan bakar, mode mesin, dan strategi ban yang berbeda.
Ferrari kini fokus mempersiapkan diri menuju seri pembuka musim di Melbourne untuk melihat posisi mereka yang sesungguhnya di grid.
Meski peluang Leclerc dan Hamilton melonjak, keduanya belum menjadi favorit utama juara dunia 2026. Pebalap Mercedes, George Russell, saat ini berada di posisi teratas bursa taruhan dengan odds 9/4 (3,25 dalam format desimal), atau peluang sekitar 30,77%.
Ia unggul atas juara bertahan Max Verstappen yang dipasang dengan odds 4/1 (5,00 dalam format desimal), setara peluang 20%.
Dengan perubahan regulasi dan performa yang masih sulit dibaca, persaingan menuju gelar juara dunia F1 2026 dipastikan akan semakin ketat sejak seri perdana.

