TERMINALNEWS.ID, LONDON – Arsenal dikabarkan mulai melakukan pembicaraan dengan Bayer Leverkusen untuk mendatangkan bek Inggris, Jarell Quansah. Langkah tersebut berpotensi menjadi pukulan telak bagi Liverpool yang sebelumnya memasukkan klausul pembelian kembali dalam kontrak sang pemain.
Bursa transfer musim panas 2026/27 sejauh ini berlangsung sangat panas. Rekor transfer Inggris bahkan telah pecah dua kali, setelah Elliot Anderson pindah ke Manchester City dengan nilai £116 juta (sekitar Rp2,55 triliun), sebelum Morgan Rogers bergabung dengan Chelsea dengan mahar £117 juta (sekitar Rp2,57 triliun).
Di tengah aktivitas transfer tersebut, Arsenal dan Liverpool justru relatif tenang. Arsenal lebih banyak memperkuat lini tengah dan depan dengan mendatangkan Bruno Guimaraes dari Newcastle United serta penyerang Christos Tzolis dari Club Brugge.
Sementara itu, Liverpool merekrut winger asal Spanyol, Victor Munoz, setelah mengaktifkan klausul pelepasannya di Osasuna senilai €40 juta atau sekitar £34,6 juta (Rp759 miliar). The Reds juga meminjam Ronald Araujo dari Barcelona untuk memperkuat lini belakang.
Namun, kondisi pertahanan Liverpool masih menjadi perhatian. Mereka kehilangan Ibrahima Konate secara gratis pada akhir musim lalu, sementara Giovanni Leoni dan Jeremy Jacquet tengah mengalami cedera.
Situasi tersebut membuat masa depan Jarell Quansah kembali menjadi sorotan.
Arsenal Mulai Dekati Quansah
Menurut laporan Sky Sports, Arsenal tengah menjajaki kemungkinan merekrut Quansah dari Bayer Leverkusen. Bek berusia 23 tahun itu sebelumnya merupakan pemain Liverpool sebelum dilepas ke klub Bundesliga tersebut pada musim panas lalu.
Liverpool menjual Quansah dengan nilai sekitar £30 juta (Rp659 miliar). Namun, The Reds menyisipkan klausul pembelian kembali dalam kesepakatan tersebut.
Keputusan itu sebelumnya dianggap sebagai langkah strategis Liverpool. Quansah diharapkan mendapatkan pengalaman bermain reguler di Jerman sebelum suatu saat kembali ke Anfield dan menjadi penerus kapten Liverpool, Virgil van Dijk.
Namun, rencana tersebut kini terancam berantakan jika Arsenal berhasil memenangkan persaingan mendapatkan sang bek.
Quansah tampil impresif pada musim pertamanya bersama Leverkusen. Ia tercatat bermain sebanyak 44 pertandingan dan menarik perhatian sejumlah klub besar Eropa.
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, juga disebut secara pribadi mempertimbangkan Quansah sebagai opsi di lini belakang. Kemampuan Quansah bermain sebagai bek tengah maupun bek kanan menjadi salah satu alasan mengapa dirinya dinilai cocok dengan kebutuhan Arsenal.
Terlebih lagi, Arsenal memasuki musim 2026/27 dengan masalah cedera di lini belakang. Jurrien Timber dan William Saliba dilaporkan mengalami cedera sehingga kehadiran Quansah bisa memberikan tambahan kedalaman skuad.
Leverkusen Tak Mau Melepas Quansah
Meski demikian, Arsenal diperkirakan tidak akan mudah mendapatkan tanda tangan Quansah.
Bayer Leverkusen disebut tidak berniat menjual pemain tersebut. Klub Bundesliga itu puas dengan performa maupun sikap Quansah selama musim debutnya di Jerman.
Kontrak Quansah juga masih berlaku selama empat tahun lagi. Karena itu, Arsenal kemungkinan harus mengeluarkan dana jauh lebih besar dibandingkan £30 juta yang dibayarkan Leverkusen kepada Liverpool tahun lalu.
Liverpool Punya Klausul Buy-Back Rp1,5 Triliun
Yang membuat situasi semakin menarik adalah klausul pembelian kembali yang dimiliki Liverpool.
Dalam kesepakatan transfer Quansah ke Leverkusen, Liverpool memasukkan buy-back clause senilai £70 juta, atau sekitar Rp1,54 triliun.
Namun, terdapat ketentuan khusus. Jika Liverpool menunggu hingga bursa transfer musim panas 2027, nilai klausul tersebut akan turun menjadi £52 juta atau sekitar Rp1,14 triliun.
Klausul tersebut sangat penting bagi Liverpool karena kontrak Van Dijk dijadwalkan berakhir pada Juni 2027. Dengan demikian, The Reds memiliki opsi untuk membawa pulang Quansah pada waktu yang tepat dan menjadikannya salah satu kandidat penerus sang kapten.
Jika Arsenal berhasil merekrut Quansah sebelum Liverpool menggunakan klausul tersebut, rencana jangka panjang The Reds bisa terganggu.
Bagi Liverpool, kehilangan Quansah untuk kedua kalinya—kali ini kepada rival langsung di Premier League—tentu akan menjadi pukulan besar. Apalagi, kebutuhan untuk memperkuat lini pertahanan semakin mendesak menjelang berakhirnya era Van Dijk di Anfield.

