JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Pelatih Timnas Jepang, Hajime Moriyasu, memberikan pujian kepada Timnas Indonesia jelang laga terakhir babak kualifikasi grup, Selasa (10/6/2025). Menurutnya, skuad Garuda menunjukkan kekompakan tim yang patut diwaspadai.
Salah satu pemain yang mendapat sorotan dari Moriyasu adalah Jay Idzes. Bek tengah kelahiran Belanda itu dinilai sebagai elemen penting di lini belakang Indonesia.
“Menurut saya, Jay Idzes adalah nafasnya pertahanan Timnas Indonesia. Dia tampil sangat baik di lini belakang,” ujar Hajime Moriyasu dalam konferensi pers jelang pertandingan.
Menghadapi Indonesia, Moriyasu menginstruksikan para pemain Jepang untuk tetap fokus menembus lini belakang Garuda dan mengincar gol sejak awal laga.

“Saya instruksikan pemain untuk fokus menerobos pertahanan Indonesia dan tentunya mencetak gol. Konsentrasi penuh menjadi kunci,” tegasnya.
Meski tidak menyoroti satu nama secara spesifik, Moriyasu mengakui bahwa hampir seluruh pemain Indonesia memiliki kemampuan mencetak gol.
“Timnas Indonesia tidak hanya bergantung pada satu pemain. Hampir semua pemain bisa mencetak gol. Karena itu, kami harus waspada terhadap semua pergerakan mereka. Kami butuh organisasi tim yang rapi agar tidak kecolongan,” tambah pelatih berusia 56 tahun itu.
Moriyasu juga optimistis timnya bisa tampil maksimal meski sempat mengalami kekalahan dari Australia di laga sebelumnya.
“Kami telah menyiapkan strategi dalam latihan. Saya yakin para pemain akan menunjukkan performa terbaik,” ujarnya.

Pada laga melawan Indonesia nanti, Jepang akan dipimpin oleh gelandang bertahan andalan mereka, Wataru Endo, yang ditunjuk sebagai kapten tim.
“Ini laga terakhir di penyisihan grup. Kami ingin menunjukkan bahwa Jepang tetap tim kuat, meskipun ada beberapa wajah baru. Kualitas mereka tetap tinggi. Kekalahan dari Australia tidak akan menjatuhkan mental kami saat menghadapi Indonesia,” ujar Endo yang mendampingi Moriyasu dalam konferensi pers.
Laga antara Timnas Jepang vs Timnas Indonesia akan digelar Selasa sore, 10 Juni 2025, dan menjadi penentu nasib kedua tim di babak kualifikasi.

