BANTUL,TERMINALNEWS.ID — Pagi yang semula berjalan biasa di pesisir Pantai Depok berubah tegang ketika gelombang laut tinggi datang tanpa aba-aba, Senin (23/3) sekitar pukul 10.20 WIB. Air laut meluap cepat, menjangkau area parkir kapal hingga deretan warung yang berdiri di tepi pantai.
Kesaksian warga menyebutkan, arus ombak kali ini terasa lebih bertenaga dari hari-hari sebelumnya. Tak sekadar riak yang menghempas, gelombang membawa dorongan kuat yang menyeret sejumlah kapal nelayan yang tengah bersandar. Di tengah situasi yang serba mendadak, warga dan pelaku usaha di kawasan itu berupaya menyelamatkan apa yang bisa dijangkau.
Kerugian materiil tak terelakkan. Peralatan melaut terdampak, sementara para pemilik warung harus sigap mengamankan barang dagangan dari genangan air yang terus merangsek. Di sela kepanikan, seorang warga dilaporkan sempat terjatuh akibat terjangan ombak, sebelum akhirnya berhasil ditolong oleh orang-orang di sekitarnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pesisir selatan bukan sekadar ruang rekreasi, melainkan lanskap alam yang menyimpan dinamika tak terduga. Di kawasan seperti Bantul, laut selalu memiliki cara sendiri untuk menunjukkan kuasanya kadang tanpa peringatan.
Hingga siang hari, warga, nelayan, dan pedagang terlihat bahu-membahu mengevakuasi kapal ke tempat yang lebih tinggi serta mengamankan sisa-sisa aktivitas ekonomi mereka. Di tengah gotong royong itu, kewaspadaan menjadi kata kunci yang tak boleh ditawar.
Imbauan keselamatan pun kembali ditegaskan: menjaga jarak dari bibir pantai, memastikan barang berada di zona aman, serta mematuhi arahan petugas SAR dan Satlinmas yang berjaga. Sebab di hadapan gelombang, kehati-hatian adalah perlindungan pertama dan sering kali satu-satunya.


