BerandaEntertainmentMenkum & WIPO Sepakat...

Menkum & WIPO Sepakat Dorong “Protokol Jakarta” untuk Royalti Transparan di Platform Global

2— Industri kreatif Indonesia mendapat dukungan penuh dari dunia internasional. Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas, dan Direktur Jenderal World Intellectual Property Organization (WIPO), Daren Tang, sepakat mendorong lahirnya “Protokol Jakarta” — sebuah inisiatif internasional yang mengedepankan transparansi pengelolaan royalti dan keseimbangan antara hak pencipta dan akses publik terhadap karya.

Pertemuan berlangsung di Graha Pengayoman, Jakarta, Senin (11/8/2025), dalam rangka kunjungan resmi Tang ke Indonesia. “Kami berkomitmen menjadikan kekayaan intelektual sebagai fondasi pembangunan ekonomi berbasis pengetahuan. Protokol Jakarta akan menciptakan ekosistem hak cipta yang adil, transparan, dan berpihak pada semua pihak,” kata Supratman.

Usulan ini mendapat sambutan positif dari WIPO. Tang bahkan mendorong Indonesia untuk mempresentasikannya pada forum Standing Committee on Copyright and Related Rights (SCCR) di Jenewa, Desember 2025. “Inisiatif ini berpotensi membentuk rezim internasional yang memberi kejelasan dan kepercayaan dalam pengelolaan royalti di era platform global,” ujarnya.

Baca Juga :   Reydi & Merie Persembahkan “22 Tahun”, Lagu Duet Pertama yang Dirangkai Denny Chasmala

Dorongan dari WIPO: Dari Edukasi hingga Teknologi

Selain membahas Protokol Jakarta, Tang juga memaparkan dua inisiatif utama WIPO untuk membantu para kreator:

1.CLIP (Creators Learn IP) — platform edukasi yang memudahkan kreator memahami kekayaan intelektual. WIPO berencana menggandeng Jepang untuk menerjemahkannya ke Bahasa Indonesia, dengan dukungan musisi dunia seperti Bjorn dari ABBA.

2.WIPO Connect — perangkat lunak gratis bagi Collective Management Organizations (CMO) untuk mengelola dan mendistribusikan royalti secara transparan. Di beberapa negara, sistem ini telah mendistribusikan royalti hingga USD 30 juta per tahun.

“Indonesia punya potensi besar menjadi kekuatan kreatif global. Kuncinya adalah sistem yang jelas dan tepercaya, sehingga para kreator, dari musisi hingga UMKM, bisa hidup layak dari karyanya,” kata Tang.

Baca Juga :   Sutradara ‘Jumbo’ dan Tiga Pelajar Depok Raih Penghargaan WIPO, Bawa Indonesia ke Panggung Kreativitas Dunia

Rangkaian Kegiatan Strategis

Selama tiga hari di Indonesia (11–13 Agustus 2025), Tang akan meninjau berbagai program kolaborasi WIPO-DJKI, menghadiri forum internasional The Cross-Regional Forum on IP and the Creative Economy di SMESCO, serta berdialog dengan pelaku industri, akademisi, dan komunitas kreatif. Forum ini akan mempertemukan perwakilan Asia dan Amerika Latin untuk membangun jejaring ekosistem kreatif lintas kawasan.

Kunjungan ini juga menindaklanjuti Memorandum of Understanding (MoU) 2023 antara WIPO dan DJKI, yang melahirkan Edukasi Kekayaan Intelektual Indonesia (EKII) pada 2024. EKII berfungsi sebagai pusat pengembangan kapasitas SDM di bidang KI, dari tingkat universitas hingga industri kreatif.

Visi Besar: Peta Jalan KI Nasional

Baca Juga :   CAK IMIN/MUHAIMIN BERTEMU MUFTI RUSIA SHEIKH ALBIR KRGANOV UMAT ISLAM PENGGERAK PERDAMAIAN DUNIA

Dari pertemuan ini diharapkan lahir peta jalan KI nasional yang memuat tujuan strategis, proyek prioritas, dan rencana implementasi jangka panjang. Fokusnya mencakup edukasi publik, peningkatan kapasitas perguruan tinggi dan industri, serta pemberdayaan UMKM melalui pendaftaran dan komersialisasi KI.

“Pelindungan kekayaan intelektual bukan hanya melindungi hak, tapi juga membuka peluang ekonomi dan mengangkat reputasi karya Indonesia di panggung dunia,” tegas Supratman.

Dengan dorongan dari WIPO dan semangat kolaborasi lintas sektor, Protokol Jakarta diharapkan menjadi tonggak baru transparansi royalti dan kemajuan industri kreatif Indonesia — memastikan bahwa setiap karya mendapat penghargaan setimpal, dan setiap kreator punya ruang untuk berkembang di pasar global.| Foto : Istimewa

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Royalti Musik dan Keadilan Pencipta: Harapan Baru di Era Tata Kelola LMKN

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — Tata kelola royalti dalam industri musik tidak semata berbicara...

GSW Pantura Jadi Proyek Strategis Nasional, Pemerintah Siapkan Otorita Khusus

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID— Proyek Giant Sea Wall (GSW) di kawasan Pantai Utara (Pantura)...

Polemik LMKN Kembali Mengemuka, LMK Klaim Sistem Royalti Rugikan Pencipta Lagu

JAKARTA,TERMINALNEWS ID— Polemik yang menyeret nama Lembaga Manajemen Kolektif Nasional kembali...

Arca “Mbah Bhelet” Dipindahkan, Fadli Zon Tekankan Penguatan Nilai Budaya Borobudur

MAGELANG,TERMINALNEWS.ID — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri Ritual Ageng Boyongan Mbah...

- A word from our sponsors -

spot_img