JAKARTA, TERMINALNEWS.ID Bina Mutiara sukses merebut puncak klasemen sementara Grup Barat Liga Soeratin U-15 Jakarta 2026 setelah mengalahkan PSF FA dengan skor tipis 1-0 pada pertandingan yang berlangsung di Lapangan PSF Pancoran, Sabtu (25/7).
Gol tunggal Kayza Juliawan Putra pada menit ke-41 menjadi penentu kemenangan tim asuhan Abdul Gafur. Tambahan tiga poin membuat Bina Mutiara mengoleksi 10 poin dan naik ke peringkat pertama klasemen sementara. PSF FA yang sebelumnya memimpin klasemen harus turun ke posisi kedua dengan kalah satu angka akibat tanpa tambahan poin dari laga ini.
Pertandingan mempertemukan dua tim yang selama ini dikenal memiliki sistem pembinaan pemain usia muda yang kuat di Jakarta. Bina Mutiara menerapkan sistem akademi berasrama sehingga para pemain menjalani latihan secara terpusat setiap hari. Sementara itu, PSF FA mengembangkan pemain melalui sistem sekolah sepak bola (SSB) dengan program latihan rutin tiga kali dalam sepekan.
PSF FA juga didukung jajaran pelatih berpengalaman yang diperkuat mantan pemain Timnas Indonesia, yakni Charis Yulianto, Satyo Husodo, serta Supriyono. Bermain di kandang sendiri turut menjadi keuntungan bagi PSF untuk mempertahankan posisi puncak klasemen.
Namun, Bina Mutiara mampu tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang. Meski pertandingan berlangsung ketat, satu-satunya gol yang tercipta sudah cukup mengantarkan mereka membawa pulang kemenangan sekaligus menggeser PSF dari posisi teratas.
Mantan pemain Timnas Indonesia yang kini bertugas sebagai pemandu bakat Liga Soeratin U-15 Jakarta, Patar Tambunan, menilai kedua tim sama-sama memperlihatkan kualitas permainan yang baik. Menurutnya, PSF tampil lebih tenang dan rapi dalam mengembangkan permainan, sedangkan Bina Mutiara mengandalkan intensitas tinggi dan agresivitas sejak awal laga.
“PSF bermain lebih teratur dan sabar. Sementara Bina Mutiara lebih agresif, meski terkadang masih terburu-buru saat menyerang,” ujar Patar.
Ia juga melihat keunggulan fisik menjadi salah satu faktor yang membedakan penampilan Bina Mutiara. Para pemain lebih berani melakukan duel sehingga mampu memenangkan banyak perebutan bola.
Meski demikian, Patar mengingatkan agar Bina Mutiara mulai mengendalikan tempo permainan. Agresivitas yang berlebihan membuat mereka menerima lima kartu kuning sepanjang pertandingan. Sebaliknya, PSF mampu menjaga disiplin permainan dan mengakhiri laga tanpa menerima satu pun kartu dari wasit.
Hasil ini memperlihatkan ketatnya persaingan di Grup Barat. PSF FA tetap menunjukkan organisasi permainan yang baik, tetapi Bina Mutiara kembali membuktikan efektivitas dalam memanfaatkan peluang menjadi faktor utama yang mengantarkan mereka naik ke puncak klasemen sementara.

