JAKARTA,TERMINALNEWS.ID -| Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, menekankan pentingnya kecepatan respons serta kolaborasi lintas sektor dalam menangani dampak bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Hal itu disampaikannya saat mendampingi kegiatan pengiriman bantuan kemanusiaan Palang Merah Indonesia (PMI) ke wilayah terdampak, Jumat (2/1).
Menurut Menkes, Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan agar penanganan bencana dilakukan secara cepat dan melibatkan seluruh elemen bangsa. Gotong royong dinilai menjadi kekuatan utama Indonesia dalam menghadapi situasi darurat.
“Bantuan harus segera sampai ke masyarakat dan dikerjakan bersama-sama. Inilah kekuatan Indonesia, modal sosial kita,” ujar Budi.
Bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di tiga provinsi Sumatera berdampak besar terhadap layanan kesehatan. Sebanyak 87 rumah sakit tercatat mengalami gangguan, dengan sembilan rumah sakit sempat berhenti beroperasi. Namun, melalui kerja sama berbagai pihak, seluruh rumah sakit tersebut kini telah kembali melayani masyarakat.
Tak hanya rumah sakit, dampak juga dirasakan oleh fasilitas layanan primer. Sebanyak 867 puskesmas terdampak, di mana sekitar 180 puskesmas sempat tidak beroperasi. Hingga kini, empat puskesmas di Aceh masih dalam tahap pemulihan akibat kerusakan berat dan timbunan lumpur yang belum sepenuhnya dibersihkan.
Sementara itu, kondisi pengungsian masih menjadi perhatian serius. Sekitar 300 ribu warga dilaporkan masih berada di lebih dari 1.000 titik pengungsian, termasuk di 76 desa terpencil dengan akses yang sangat terbatas.
“Beberapa lokasi hanya bisa dijangkau menggunakan perahu atau kendaraan khusus, bahkan ada yang membutuhkan waktu tempuh hingga enam jam,” kata Menkes.
Untuk memastikan layanan kesehatan tetap berjalan, Kementerian Kesehatan telah mengerahkan sekitar 3.200 relawan kesehatan yang ditempatkan secara bergilir. Relawan tersebut terdiri atas tenaga Kemenkes, dukungan sektor swasta, organisasi profesi, serta unsur TNI.
Rotasi relawan dilakukan setiap dua minggu agar pelayanan kesehatan bagi masyarakat, terutama di daerah terpencil dan pengungsian, tetap optimal.
Dalam kesempatan tersebut, Menkes juga mengapresiasi peran PMI dalam penyaluran bantuan kemanusiaan. Ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, PMI, dan berbagai mitra menjadi kunci percepatan pemulihan layanan kesehatan di wilayah terdampak.
Ke depan, Menkes menyebut pemulihan empat puskesmas yang tersisa membutuhkan dukungan alat berat berukuran kecil agar proses pembersihan lumpur dapat menjangkau seluruh ruangan fasilitas.
“Dengan dukungan alat yang tepat, kami berharap dalam tiga minggu hingga satu bulan ke depan puskesmas tersebut dapat kembali beroperasi,” tutupnya.

