JAKARTA,TERMINALNEWS.ID-| Kadang sebuah lagu tidak lahir dari rencana produksi atau strategi promosi. Ia hadir karena dibutuhkan oleh jiwa yang sedang mencari arah pulang.
Begitulah Melisa Darusman menemukan suaranya kembali lewat PadaMu Kubersujud, karya cipta Bebi Romeo yang kini dihidupkan ulang dengan restu sekaligus sentuhan produksi langsung dari sang pencipta.
Bagi Melisa, ini bukan sekadar proyek remake. Ini adalah perjumpaan personal dengan lagu yang telah lama berdiam di hatinya.
Dengan warna vokal alto yang khas, Melisa menghadirkan interpretasi yang lembut sekaligus intim sebuah nyanyian yang terasa lahir dari ruang sunyi terdalam, ketika manusia kehabisan kata dan hanya punya satu bahasa: sujud.
“Ini lagu yang hidup dalam hati saya sejak lama. Bisa menyanyikannya, apalagi dengan izin dan produksi musik langsung dari tangan Mas Bebi, adalah anugerah besar,” ujar Melisa.
Dari Kisah Nyata ke Layar Musik
Video musik PadaMu Kubersujud tidak tumbuh dari ruang studio semata. Ia berakar pada kisah nyata yang sebelumnya dituangkan dalam buku Forged dan monolog musikal Resilience, karya Anggie Setia Ariningsih, yang juga bertindak sebagai produser eksekutif proyek ini.
Kisah yang dihadirkan berbicara tentang manusia yang dihantam badai hidup: jatuh, remuk, tersesat lalu perlahan ditempa kembali oleh cinta Tuhan, keberanian, dan penerimaan. Titik terendah justru menjadi gerbang kebangkitan.
Dalam visualnya, kamera bergerak pelan mengikuti perjalanan batin itu: dari gelap menuju cahaya, dari kehilangan menuju keikhlasan. Melisa tidak hanya menyanyikan lagu ia menghidupkannya.
“Ada titik ketika manusia tidak lagi mampu berdiri. Di situlah sujud menjadi bahasa terakhir bahasa yang paling jujur. Dan dari sujud itulah kita menemukan arah pulang,” kata Melisa.
Lagu sebagai Kesaksian Batin
Versi terbaru PadaMu Kubersujud terasa seperti doa yang diberi melodi. Keyakinan Melisa sederhana: setiap manusia, apa pun latar kisahnya, selalu punya ruang untuk bersujud. Di balik sedih, marah, harap, dan mimpi, manusia akhirnya kembali kepada Tuhan membawa luka sekaligus syukur.
Itulah roh utama karya ini. Bukan sekadar visual religius, melainkan kesaksian batin tentang manusia yang jatuh, lalu bangkit dalam hening.
Menyambung Perjalanan Musik
Single ini menjadi penanda penting dalam perjalanan Melisa. Sebelumnya, ia telah merilis sejumlah karya seperti Bukan Jodoh, Pelukan Terbaik, dan Alam Mimpi yang memperlihatkan karakter vokalnya yang tegas sekaligus emosional.
Kini, Melisa tengah mempersiapkan album perdananya. Sebuah rangkuman perjalanan musikal yang juga menjadi catatan spiritual: tentang tumbuh, patah, dan kembali percaya.
PadaMu Kubersujud pun berdiri sebagai jembatan antara masa lalu yang membentuknya, kisah nyata yang menginspirasinya, dan karya-karya baru yang sedang ia bangun.
“Kita semua hanyalah manusia yang sedang mencari jalan pulang,” ujar Melisa. “Dan sujud adalah cara kita menenangkan hati sebelum sampai.”


